Dukung Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis, Menpora Dikritik YLKI

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritik sikap Menpora Iman Nahrawi yang mendukung audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis.

Dukung Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis, Menpora Dikritik YLKI
ISTIMEWA
Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis 2018 di Manado, Sulawesi Utara, menghasilkan 25 pebulutangkis muda yang akan melaju ke babak Final Audisi di Kudus, Jawa Tengah, pada September 2018. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritik sikap Menpora Iman Nahrawi yang mendukung audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis.

"YLKI mengkritik keras sikap Menpora yang justru mendukung audisi tersebut dengan sponsor PB Djarum."

Demikian Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan tertulis, Senin (9/9/2019).

"Sekali lagi, audisi untuk mencari bibit unggul di bidang bulu tangkis adalah hal yang sangat positif dan patut didukung.

"Namun, melibatkan industri rokok dan apalagi anak-anak sebagai obyeknya adalah tidak pantas dan melanggar regulasi," katanya.

Baca: Tiba-Tiba Ada Memar di Tubuh, Dikira Dijilat Setan, Ternyata Ada Penjelasan Medis

Baca: Anggap Tak Ada Unsur Eksploitasi Anak, Menpora Minta KPAI Cari Sponsor Pengganti Audisi Badminton

Baca: Polisi Geledah Rumah Kontrakan Gadis Pemandu Lagu, Tak Sengaja Temukan Barang Ini

Tulus menegaskan, pihaknya mendukung langkah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Yayasan Lentera Anak Indonesia (LAI).

Dua institusi itu menilai PB Djarum memanfaatkan anak-anak untuk mempromosikan merek Djarum yang identik dengan produk rokok.

"Yang diminta KPAI dan LAI adalah bukan menghentikan audisinya, melainkan audisi yang tidak melibatkan logo merek rokok, dalam hal ini Djarum," katanya.

Menurutnya, penggunaan logo tersebut melanggar regulasi yang ada, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

"Apa pun alasannya, logo tersebut adalah brand image bahwa produk tersebut adalah rokok walau berkedok foundation," ucap Tulus.

Halaman
12
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved