Tajuk Tamu

Dr Wahyu Wardhana SpB: Memahami Kebutuhan Pasien Gagal Ginjal

Gagal ginjal yang memerlukan cuci darah adalah gagal ginjal yng sudah sampai stadium 5, istilah kedokterannya dikenal CKD (chronic kidney desease).

Dr Wahyu Wardhana SpB: Memahami Kebutuhan Pasien Gagal Ginjal
NET
Ilustrasi cuci darah 

Oleh:
Dr Wahyu Wardhana SpB (K)V
Spesialis Bedah Konsultan Bedah Pembuluh Darah

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengertian gagal ginjal secara sederhana adalah ketidakmampuan ginjal menjalankan fungsi normal, sehingga bahan beracun hasil metabolisme tubuh seperti ureum dan creatinin, gagal dibersihkan dalam darah dan menyebabkan kerusakan bagi organ organ tubuh yang lain, bila dibiarkan kondisi ini akan menyebabkan kematian.

Gagal ginjal yang memerlukan cuci darah adalah gagal ginjal yng sudah sampai stadium 5, istilah kedokterannya dikenal CKD (chronic kidney desease) stage V.

Agar tidak berpengaruh buruk, bahan racun (ureum dan creatinin) ini harus dibersihkan dari tubuh dengan jalan cuci darah atau hemodialisis (HD).

Pengertian cuci darah ini bukan berarti darah dikeluarkan dari tubuh kemudian dicuci seperti mencuci baju.

Tetapi darah dalam tubuh dialirkan melalui jarum yang ditusuk di paha menuju mesin yang berfungsi sebagai ginjal buatan, kemudian dari mesin darah yang sudah bersih itu dialirkan kembali ke dalam tubuh melalui jarum yang ditusukkan di lengan.

Agar fungsi cuci darah atau HD ini efektif membuang bahan bahan racun dari tubuh, maka proses ini minimal harus dilakukan dua kali dalam seminggu, 5 jam sekali HD.

Artinya lima jam pasien harus “terikat” di tempat tidur tidak bisa bergerak kemana-mana dengan jarum yang tertancap di tubuh, sesuatu yang sungguh tidak nyaman. Bila Allah SWT memberikan usia yang panjang, maka ritual ini (dua kali dalam seminggu 5 jam setiap HD) akan dijalaninya seumur hidup.

Data tiga tahun yang lalu dilaporkan ada kurang lebih 70.000 penderita gagal seluruh Indonesia dan diprediksi meningkat 10 persen setiap tahunnya.

Dan realitas di lapangan daftar antrean pasien yang harus menjalani HD tidak pernah berkurang bahkan cenderung bertambah. Berapapun mesin Hemodialisis yang disiapkan RS seolah tidak pernah cukup untuk melayani pasien pasien baru yang harus cuci darah.

Halaman
123
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved