News

Jurusan Teknik Sipil Punya Solusi Bagi Mahasiswa yang Miliki Beban Akademik

Peristiwa tersebut mendapatkan respon dari berbagai pihak dari dunia pendidikan termasuk Ketua Jurusan (Kejur) Teknik Sipil, Universitas Sam Ratulangi

Jurusan Teknik Sipil Punya Solusi Bagi Mahasiswa yang Miliki Beban Akademik
Siti Nurjanah/tribun manado
Jurusan Teknik Sipil Punya Solusi Bagi Mahasiswa yang Miliki Beban Akademik 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Beberapa waktu lalu dunia pendidikan dikejutkan dengan adanya mahasiswa berprestasi Fakultas Teknik Sipil, Institut Teknologi Bandung (ITB) yang ditemukan tewas gantung diri diduga karena depresi.

Peristiwa tersebut mendapatkan respon dari berbagai pihak dari dunia pendidikan termasuk Ketua Jurusan (Kejur) Teknik Sipil, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Semuel Y.R Rompis, ST, MT, MEng (TransSys), PhD, Kejur Teknik Sipil, Unsrat mengatakan, Fakultas Teknik memiliki bidang kemahasiswaan yang khusus menangan permasalahan mahasiswa dan alumni.

"Kita punya bidang kemahasiswaan, nah bidang kemahasiswaan itu merupakan salah satu bidang di fakultas yang khusus menangani permasalahan mahasiswa dan alumni, baik itu yang punya permasalahan akademik maupun persoalan lainnya," ujarnya, kepada Tribunmanado.co.id.

Menurutnya, secara khusus Fakultas Teknik tidak punya bidang yang menangani khusus untuk mengurusi mental atau psikologis mahasiswa, namun Fakultas

Teknik tetap ada bidang yang menangani probelmatika mahasiswa yang memiliki keluhan secara psikologis.

"Nah kalau memang ada mahasiswa yang punya keluhan secara psikologis termasuk kalau ada tekanan, nah dia akan lebih banyak berurusan dengan bidang kemahasiswaan jadi kalau secara khusus Fakultas Teknik tidak punya satu bidang yang khusus untuk mengurusi mental atau psikologis mahasiswa, jadi kalau ada kejadian sperti masalah untuk konseling mahasiswa nah bidang kemahasiswaan akan mengurus hal itu," bebernya.

Ia menambahkan, hal tersebut untuk meminimalisir risiko yang akan terjadi kalau mahasiswa depresi, seperti tindakan bunuh diri dikarenakan beban dari mahasiswa.

"Mahasiswa itukan datang ke sini untuk belajar, tetapi kami juga harus memastikan bagaimana atmosfir belajar itu sejauh mana, nah sebagaima anak muda juga mereka itu bakat dan lain-lain. Nah, menyalurkan bakat tersebut tersalurkan, kami memiliki beberapa unit misalnya ada unit kerohanian, Mapala, kesenian dan masih banyak lagi. Hal tersebut agar mahasiswa bis amembagi beban baik itu akademis maupun pribadi, jadi risiko depresi berujung bunuh diri tidak akan ada," ujarnya.

Namun, kalau pun misalnya ada keluhan dari mahasiswa mengenai ada dosen yang memberikan tekanan yang terlalu berlebihan mereka bisa konsultasi dengan jurusan.

Halaman
123
Penulis: Siti Nurjanah
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved