Berita Kesehatan

Berikut Penjelasan Tentang Chemical Pneumonia, Penyakit Paru-paru Akibat Menghirup Asap Kimia

Chemical Pneumonia merupakan penyakit yang sedang marak di Amerika Serikat dan selalu disinggung akibat penggunaan vape.

Berikut Penjelasan Tentang Chemical Pneumonia, Penyakit Paru-paru Akibat Menghirup Asap Kimia
healthyhomesl.com
ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Chemical Pneumonia merupakan penyakit yang sedang marak di Amerika Serikat dan selalu disinggung akibat penggunaan vape. 

Lantas, apa sebenarnya penyakit chemical pneumonia yang sering dikaitkan oleh aktivitas vaping?

Dilansir dari health.com, ahli paru-paru dari Cleveland Clinic, Humberto Choi, MD mengatakan bahwa chemical pneumonia merupakan penyakit akibat keseringan menghirup aroma dari bahan kimia.

Akibat dari keseringan menghirup aroma dari bahan kimia dapat membuat paru-paru menjadi meradang.

Meski demikian, beberapa ahli belum dapat mengidentifikasi bahan kimia yang menyebabkan penyakit ini.

"Kadang-kadang sulit untuk mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan (pneumonia kimia). Zat zat itu dapat berbeda dari satu produk ke produk lainnya," kata Humberto Choi.

Hal tersebut ditambah pernyataan Melodi Pirzada MD, kepala pulmonologi anak yang mengatakan bahwa sulit mengidentifikasi asap kimia.

Baca: Pria 54 Tahun Setubuhi Paksa Anak, Gauli Ipar yang Suaminya Sakit, Hubungan Bertiga Istri Tiap Hari

Baca: Pintu Kamar Tertutup Rapat, Suami Kaget Istri Sedang Asik dengan Polisi, Pakaian Dalam jadi Saksi

Baca: Atasi Diabetesmu dengan Menggunakan 6 Jenis Tanaman Berikut

"Kasus-kasus yang kami lihat di negara kami, kami tidak tahu persis apa yang menyebabkan pneumonia kimia," kata Melodi Pirzada.

Dr. Melodi menambahkan bahwa dirinya tidak tahu mengenai zat tambahan yang terkandung di dalam perasa rokok elektronik.

Dokter di NYU Winthrop Hospital itu menambahkan bahwa gejala pneumonia kimia mirip dengan pneumonia seperti biasanya seperti sesak napas, batuk, demam, nyeri di dada.

Halaman
12
Editor: Rizali Posumah
Sumber: BolaStylo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved