News

Petani Bungko Terancam Gagal Panen, Minta Pemerintah Perbaiki Bendungan

Akibatnya, tanah sawah menjadi pecah-pecahnya. Apalagi bibit padi baru saja ditanam menjadi rusak.

Petani Bungko Terancam Gagal Panen, Minta Pemerintah Perbaiki Bendungan
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Petani Bungko Terancam Gagal Panen, Minta Pemerintah Perbaiki Bendungan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Kemarau yang melanda Kotamobagu beberapa bulan terakhir ini membuat sejumlah petani terancam gagal panen.

Seperti yang terlihat di desa Bungko kecamatan Kotamobagu Selatan, ada puluhan hektare lahan pertanian termasuk sawah belum teraliri air.

Akibatnya, tanah sawah menjadi pecah-pecahnya. Apalagi bibit padi baru saja ditanam menjadi rusak.

Saluran air sawah di desa tersebut terlihat mengering.

Sayangnya, dalam kondisi seperti ini, pompa air sumur bor yang dibuat oleh pemerintah rusak.

Bendungan Poyowa Besar yang menjadi harapan satu-satunya untuk mengairi sawah di Bungko juga tidak merata.

"Kami sudah mengajukan permohonan untuk perbaikan ke provinsi dan Kota Kotamobagu, namun mereka bilang tidak ada anggaran," jelas Iswan Paputungan petani Bungko, Kamis (5/9/2019).

Alhasil, mereka harus pasrah melihat bibit yang sudah ditanam rusak perlahan karena tidak ada asupan air.

"Kalau cuaca normal biasanya air selalu ada, tapi kemarau sudah sebulan ini, sawah kami semuanya kering," jelas dia.

Ia berharap agar pemerintah Kota Kotamobagu bisa membantu petani dengan memperbaiki bendungan.

Selain merusak padi, kemarau juga bisa merusak tanaman jagung yang baru ditanam warga. (amg)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved