Novel Manado 1830 Dijajal Sutradara Garin Nugroho

Novel fiksi sejarah tiga tahun Pangeran Diponegoro di Manado ini menurut Garin menarik untuk difilmkan mengingat episode historis Pangeran Diponegoro

Novel Manado 1830 Dijajal Sutradara Garin Nugroho
istimewa
Novel Manado 1830 Dijajal Sutradara Garin Nugroho 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta-Dalam acara pemutaran film Kucumbu Indah Tubuhku dan Nyai di Goethe Institut Jakarta pekan silam (27/8/1019), Sutradara kondang Garin Nugroho dihadiahi novel Manado 1830 dari penulisnya Reiner Emyot Ointoe yg juga kawan lama penulis.

Novel fiksi sejarah tiga tahun Pangeran Diponegoro di Manado ini menurut Garin menarik untuk difilmkan mengingat episode historis Pangeran Diponegoro kurang diketahui masyarakat luas.

Pada periode pengasingan ini Diponegoro justru melahirkan karya sastranya Babad Diponegoro lebih dari 1000 halaman dan kini menjadi warisan dunia yang diakui Unesco sebagai International Memory Of the World.

Pada kesempatan pertemuan itu hadirnya juga bintang Olga Lidya yang didapuk bisa memerankan tokoh Meimuna, gadis lokal anak garnisun Letnan Hasan Nur Latif, yang dicintai Pangeran dalam suatu pertemuan di keresidenan Manado.

Novel yang mengisahkan titik temu kebudayaan antar pelbagai etnik ini menjadi kisah yang sangat indah. Intinya, "budaya kerukunan dan multikultur sudah mengawali babak baru dalam sejarah kolonialisme di Manado," tutur Garin di tengah perbincangan mereka.

Editor: Enjelita Sandra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved