Berita Terkini

Istri Tewas Ditembak Suami dengan 6 Peluru, Dipicu karena Urusan Perceraian, Ini Kronologinya

Seorang istri ditembak mati oleh suami di luar gedung pengadilan ketika mereka tengah mengurus proses perceraian.

Editor: Rhendi Umar
Pixabay.com
Ilustrasi tewas 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perceraian dalam suatu hubungan keluarga, tak pernah diinginkan oleh pasangan suami istri.

Namun tak sedikit pasangan, memilih bercerai dengan alasan ketidakcocokan lagi dalam keluarga.

Menariknya ada kejadian perceraian berujung maut yang menggemparkan Region Kurdistan.

Seorang istri ditembak mati oleh suami di luar gedung pengadilan ketika mereka tengah mengurus proses perceraian.

Insiden itu terjadi di lahan parkir Gedung Pengadilan Erbil setelah keduanya menjalani sesi sidang keempat, dengan si suami enam kali menembak istri.

BERITA TERPOPULER: Sempat Galau, Luna Maya Sampai Rela Tas Hermes Seharga Ratusan Juta Miliknya Penuh Coretan Puisi

BERITA TERPOPULER: Bermodal Obat Pereda Batuk Bisa Kencani Wanita Cantik

BERITA TERPOPULER: Vanessa Angel Pamer Tato di Punggung, Pakai Dress Hitam Dengan Belahan Rendah di Bagian Dada

Dilaporkan The Independent Senin (2/9/2019), polisi memutuskan untuk tidak merilis identitas suami istri itu, dengan penyelidikan tengah dilangsungkan.

Kepala Departemen Polisi Abdul Khaliq Talaat mengatakan, si pelaku langsung ditahan setelah istrinya ditembak mati, dan dijerat dengan pembunuhan tingkat pertama.

Kepada Kurdistan24, Talaat menuturkan berdasarkan investigasi, diperoleh informasi bahwa akar masalahnya terjadi pada 2018 ketika si istri ditangkap polisi.

Dia kemudian dijatuhi hukuman penjara hingga April 2019 karena masalah sosial. Setelah dilepaskan, keduanya kemudian sepakat untuk mengisi surat perceraian.

"Hari ini (Minggu) seharusnya merupakan sidang keempat," kata Talaat. Dianna Nammi dari organisasi hak perempuan Kurdistan dan Irak mengecam insiden itu.

Nammi menuturkan si istri dipenjara selama 1,5 tahun karena dketahui berselingkuh. Ketika dilepaskan, dia ingin bercerai. Namun faktanya, dia malah ditembak mati.

"Kemudian ayah si korban menanggapi dengan menyatakan bahwa anaknya sudah menerima keadilan. Dengan kata lain, ayahnya itu mendukung pembunuh," kecam Nammi.

Dia memaparkan tidak seharusnya seorang suami membunuh istrinya, apalagi di siang bolong. Meski "pembunuhan terhormat" merupakan hal lumrah di komunitas Kurdistan.

Pembunuhan terhormat merupakan istilah bagi kerabat atau keluarga yang harus mendapat hukuman, entah itu harus hukuman mati, karena dianggap memberi aib.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved