Pemindahan Ibu Kota

Peluang dan Dampak Bagi Malaysia Setelah Ibu Kota Indonesia Resmi Dipindahkan ke Kaltim, Apa Saja?

Mengingat lokasinya, apakah ini sebuah langkah yang dapat menguntungkan negara-negara tetangga Malaysia Timur, Sabah dan Sarawak?

Net/Brillio
Tambang Batu Bara 

Ekonom Malaysia: "Saya tidak berpikir akan ada banyak dampak bagi Malaysia dalam lima tahun ke depan."

Apa Saja dampak dan peluang menguntungkannya?

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tanggapan pihak Malaysia terkait pemindahan Ibu Kota Republik Indonesia ke Kalimantan Timur.

Di mana diketahui, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) sudah memutuskan ibu kota dipindahkan ke daerah timur Pulau Kalimantan, tepatnya di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.

Menanggapi perihal Ibu Kota Indonesia dipindahkan, pihak negara Malaysia mengungkap beberapa hal, Peluang dan dampak yang mungkin mereka dapatkan nantinya.

Salah satunya di bidang Ekonomi Bisnis, mereka bertanggapan dalam lima tahun ke depan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, semua tergantung pada pertumbuhannya.

Dilansir TribunManado.co.id dari Malay Mail, Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi, telah mengusulkan Kalimantan Timur sebagai calon kuat ibu kota baru dari 5 provinsi di Pulau Borneo (Kalimantan), untuk menggantikan Jakarta sebagai ibukota baru negara.

Peta Lokasi Jika Ibu Kota Indonesia di Kaltim. Penyusunan peta ini berdasarkan kajian dari Bappenas RI. Di Kalimantan Timur ada dua kandidat lokasi yakni di Sotek Kabupaten Penajam Paser Utara dan Bukit Soeharto Kabupaten Kutai Kartanegara.
Peta Lokasi Jika Ibu Kota Indonesia di Kaltim. Penyusunan peta ini berdasarkan kajian dari Bappenas RI. Di Kalimantan Timur ada dua kandidat lokasi yakni di Sotek Kabupaten Penajam Paser Utara dan Bukit Soeharto Kabupaten Kutai Kartanegara. ((Tribunkaltim.co/HO Bappenas))

Mengingat lokasinya, apakah ini sebuah langkah yang dapat menguntungkan negara-negara tetangga Malaysia Timur, Sabah dan Sarawak?

Dalam pemberitaan Media Malaysia, Ekonom Sarawak Universiti Malaysia, Rayenda Khresna Brahmana mengatakan bahwa secara umum pembangunan ibu kota baru tidak akan membawa banyak dampak bagi Malaysia,

dalam jangka pendek dan tergantung pada pertumbuhannya, hanya melihat waktu saja untuk menentukan berapa banyak yang bisa diperoleh dalam jangka panjang.

Halaman
1234
Penulis: Frandi Piring
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved