News

Beri Kuliah Umum di UKIT, Arbonas Hutabarat Kutip Ayat Alkitab dari Kitab Yeremia

"Mengacu ayat tadi, dengan kita menjaga inflasi, di situlah kita berperan mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Sulut," katanya.

Beri Kuliah Umum di UKIT, Arbonas Hutabarat Kutip Ayat Alkitab dari Kitab Yeremia
Fernanado Lumowa/tribun manado
Kepala BI Sulut Arbonas Hutabarat memberi kuliah umum kepada Civitas Akademik UKIT di Auditorium Bukit Inspirasi Tomohon, Senin (02/08/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Arbonas Hutabarat mengutip ayat Alkitab Perjanjian Lama saat membuka kuliah umum kepada civitas akademik Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) di Auditorium Bukit Inspirasi, Kota Tomohon, Senin (02/09/2019).

Ayat yang dikutip Arbonas berasal dari Yeremia 29: 7. Bunyinya: "Usahakanlah  kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu".

Kutipan ayat itu menjadi pembuka materi Peranan Kebanksentralan. Dalam pemaparan, mantan Direktur Komunikasi BI itu bilang, peran BI selaku bank sentral beda dari bank umum.

"Kita tidak mencari profit seperti bank konvensional. Tugas utama BI ialah menjaga stabilitas ekonomi dan melahirkan kebijakan moneter," katanya.

Di hadapan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, Ketua BPMS GMIM, Pdt Dr Hein Arina, Rektor UKIT Prof Dr Ir Oktovian Berty Sompie MEng, dosen dan mahasiswa, Arbonas bilang, khusus di Sulut, BI dituntut berperan aktiv menjaga inflasi daerah.

"Mengacu ayat tadi, dengan kita menjaga inflasi, di situlah kita berperan mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Sulut," katanya.

Katanya, saat ini inflasi Sulut bisa dibilang relatif terkendali. Di mana per Juli 2019 di angka 3,8 persen. Sementara target BI dan Pemprov Sulut  3,5 persen plus minus 1 persen.

"Jadi di rentang 2,5  persen hingga 4, 5 persen," katanya.

Ia bilang, penentu utama di Sulut cuma 3 komoditas, yakni cabai rawit (rica), bawang merah dan tomat.

"Syukurlah saat ini harga ketiga komoditas relatif terkendali. Khusus tomat perlu dapat perhatian karena ini kemarau," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved