Berita Kotamobagu

Doa dan Tausiyah Tahun Baru Islam, Umat Muslim Kotamobagu Doakan Warga Papua

Lapangan Boki Hontinimbang Kotamobagu digunakan Pemerintah Kota Kotamobagu sebagai tempat untuk menggelar Doa dan Tausiyah

Doa dan Tausiyah Tahun Baru Islam, Umat Muslim Kotamobagu Doakan Warga Papua
Tribun manado / Alpen Martinus
Peringatan Tahun Baru Islam di Kotamobagu 

Doa dan Tausiyah Tahun Baru Islam, Umat Muslim Kotamobagu Doakan Warga Papua

TRIBUNMANADO.CO.ID - Lapangan Boki Hontinimbang Kotamobagu digunakan Pemerintah Kota Kotamobagu sebagai tempat untuk menggelar Doa dan Tausiyah dalam rangka peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriyah, Minggu (1/9/2019).

Doa dan Tausiyah yang mengambil tema mari berhijrah menuju hidup berkah tersendiri nampak dihadiri oleh Wali Kota Kotamobagu Hj Tatong Bara, Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, Ketua TP PKK Kotamobagu Angki Taurina, Anggota DPRD Kotamobagu, Forkopimda, Sekkot Kotamobagu Sande Dodo, Kakan Kemenag Kotamobagu, pejabat Kotamobagu, Perwakilan Gubernur Sulut, undangan.

Hj Abdurahman Mahrus Lc MA yang menjadi penceramah kali ini.

Pada kesempatan tersebut, Hj Tatong Bara mengatakan, kegiatan peringatan tahun baru Islam dapat jadikan sebagai momentum untuk merenungkan kembali apa yang telah tergoreskan dalam sejarah syiar Islam, di mana hijrahnya Rasulullah dan para sahabatnya dari kota Mekkah ke kota Madinah yang juga menjadi awal dari perhitungan tahun hijriyah menjadi sangat bersejarah yang sangat monumental dalam perjalanan umat Islam.

Selain mencerminkan akan keteguhan kesabaran serta ketabahan Rasulullah SAW bersama para sahabatnya, dalam menghadapi ujian dan tantangan untuk menegakkan kebenaran dalam melaksanakan syiar Islam.

Peristiwa hijrah tersebut juga memiliki makna penggunaan sosial kemasyarakatan, di mana pada momentum tersebut juga telah mempersatukan antara kaum muslimin yang berasal dari kota Mekkah dengan Penduduk yang ada di kota Madinah Rasulullah SAW membangun umat Islam, dan masyarakat kota Madinah yang terdiri dari berbagai suku dan sangat baik menegakkan hukum secara adil, menghapus kezaliman, menghormati hak asasi manusia, menumbuhkan musyawarah, menciptakan ketertiban serta hidup, dalam suasana penuh toleransi di antara penduduk Madinah.

BERITA POPULER:

> Menteri BUMN Diganti, Diduga Ada Kebijakan Strategis, Langgar Perintah Jokowi?

> Sandiaga Akhirnya Bicara Soal Isu Ditampar Prabowo Sesaat Sebelum Pidato Kemenangan Pilpres

> Polisi Gadungan Jebol Gadis 17 Tahun Lebih dari 10 Kali, Ngaku Belum Menikah & Istri Sah Datang

"Bertitik tolak serta bercermin pada keteladanan Rasulullah SAW, maka marilah kita semua berhijrah dengan berbuat yang lebih baik, serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan di antara kita, disertai tekad dan niat yang tulus untuk mewujudkan masyarakat dan daerah Kotamobagu yang aman, damai, adil dan sejahtera," katanya.

Sebab peristiwa ini tidak saja hanya bermakna perpindahan secara fisik saja, akan tetapi juga mengandung makna akan adanya perubahan di segala bidang kehidupan, baik yang bersifat fisik maupun mental spiritual terutama perubahan dalam tatanan kehidupan pemerintahan dan kemasyarakatan.

Halaman
123
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved