Info Maskapai Penerbangan

Dianggap Mudah Terbakar, Garuda Indonesia Larang Laptop MacBook Pro Masuk Pesawat

Adapun model MacBook yang dimaksud adalah adalah MacBook Pro 15 inci (Retina Display) yang dirilis pada pertengahan tahun 2015.

Dianggap Mudah Terbakar, Garuda Indonesia Larang Laptop MacBook Pro Masuk Pesawat
wikimedia.org
Garuda Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Produk laptop MacBook Pro dilarang dibawa ke dalam pesawat penerbangan Garuda Indonesia.

Alasan larangan tersebut dikarenakan barangtersebut dianggap mudah terbakar.

Hal itu disampaikan oleh VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, M. Ikhsan Rosan.

"Maskapai nasional Garuda Indonesia mengeluarkan larangan bagi penumpang untuk membawa produk tersebut ke dalam pesawat baik di kabin, bagasi maupun layanan kargo," kata Ikhsan, dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Jumat (29/8/2019).

Perangkat ini juga dipasarkan antara tahun 2015 hingga 2017.

Pihak Garuda Indonesia melarang perangkat tersebut untuk di bawa "terbang" lantaran MacBook Pro model demikian mudah terbakar.

BERITA TERPOPULER: Tangis Angelina Sondakh di Penjara, Terpukul Ingat Ucapan Anaknya: Emang Keanu Punya Mami?

BERITA TERPOPULER: Baru Menikah, Pria Ini Dilaporkan Istrinya Sendiri ke Polisi, Penyebabnya Karena Sentuh Adik Ipar

BERITA TERPOPULER: Oknum Polisi Diarak Tanpa Celana, Ternyata Ini Alasannya Bertemu Bidan Hingga Tengah Malam

 

Menurut Ikhsan, larangan ini juga sejalan dengan aturan yang dikeluarkan oleh European Union Aviation Safety Agency (EASA) serta regulasi dari IATA Dangerous Goods Regulations (Special Provisions A154) terkait pemblokiran produk MacBook.

Pihak Garuda Indonesia memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak regulator maupun stakeholders lainnya untuk menindaklanjuti larangan membawa perangkat tersebut.

Kendati begitu, belum bisa dipastikan bagaimana para petugas bandara atau maskapai penerbangan mengecek MacBook Pro yang dibekali dengan baterai yang mudah terbakar itu.

Sebelumnya, lembaga regulator penerbangan sipil Amerika Serikat (AS), FAA, juga melarang para penumpang membawa produk ini ke dalam kabin pesawat.

Hal itu dilakukan demi alasan keselamatan lantaran laptop itu mudah terbakar.

Halaman
12
Editor: Chintya Rantung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved