Kebiri Kimia

Pelaku Asusila Dihukum Kebiri, Setujukah Warga Kota Manado? Simak Komentarnya

Hukuman kebiri kimia menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat Kota Manado.

Pelaku Asusila Dihukum Kebiri, Setujukah Warga Kota Manado? Simak Komentarnya
net
Ilustrasi Kebiri Kimiawi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kebiri kimia mulai jadi perbincangan usai majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto menjatuhkan hukuman kebiri kimia bagi terdakwa kasus pemerkosaan sembilan anak di Mojokerto, Muh Aris bin Syukur.

Selain kebiri kimia, Ia juga dijatuhi hukuman pidana penjara 12 tahun dengan denda Rp100 juta subsidair enam bulan kurungan.

Hukuman kebiri kimia menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat Kota Manado.

Maritje Sampelan (47) mengatakan, setuju dengan hukuman kebiri kimia.

"Yaa supaya ada efek jera, bisa jadi contoh untuk mereka yang hendak melakukan tindak asusila," ujar, wanita pekerja swasta.

Wanita asal Pakowa menambahkan, terkadang hukuman harus berat untuk meminimalisir tingkat kriminalitas.

"Pelaku memang harus dihukum setimpal, kalau memang kebiri kimia itu setimpal kenapa tidak, karena korban pun mendapatkan perlakuan yang merugikan dari sisi mental dan masa depannya," bebernya.

Senada, Marten Kalalo mengatakan, setuju dengan peraturan pemerintah yang mengeluarkan peraturan hukuman kebiri bagi pelaku tindak asusila.

"Yaa biarin mereka kapok, takutnya kalau hanya hukuman ringan seperti penjara, si pelaku pasca bebas malah bikin kesalahan yang sama dan meresahkan," ujarnya.

Menurutnya, meskipun dirinya seorang pria, Ia tetap setuju untuk menimbulkan efek jera kepada para pelaku tindak asusila.

Halaman
12
Penulis: Siti Nurjanah
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved