Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info Penting

Cara Menghilangkan Kenangan dan Pengalaman Buruk Saat Kita Berlibur

Saat berlibur pasti ada hal yang tak sesuai dengan harapannya. Dan memang saat liburan tak selalu berjalan mulus dan menyenangkan.

pexels.com/Asad Photo Maldives
Ilustrasi liburan dengan membawa koper. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat berlibur pasti ada hal yang tak sesuai dengan harapannya.

Dan memang saat liburan tak selalu berjalan mulus dan menyenangkan.

Kenangan akan peristiwa yang terjadi selama liburan tetap tersimpan dalam memori dan pikiran kita.

Hal ini normal, akan menjadi masalah hanya jika kenangan atau pengalaman buruk saat liburan kemarin terus kita ingat hingga menimbulkan perasaaan tidak nyaman.

Lantas, mungkinkah kita dapat menyortir kenangan tau pengalaman buruk saat liburan tersebut?

Baca: Saat Selesai Nonton Film Gundala Jangan Keluar Dulu, Lihat Adegan Terakhir Setelah Film Selesai

Baca: Simak Ini Tanda Awal Tubuh Mengalami Gangguan Kesehatan, Sakit Pada Jari dan Mata Kuning

Baca: Manfaat Garam Selain Sebagai Bumbu Dapur Juga Bisa Meringankan Sariawan dan Sakit Tenggorokan

Facebook Tribun Manado :

Baca: Sejak Ditetapkan Sebagai Tersangka Hingga Kini Tri Susanti Belum Ditahan

Baca: Terjadi Kerusuhan di Papua Hari Ini, Listrik Padam, Begini Penjelasan PLN

Baca: Duda Ini Pacaran Dengan Siswi SMP, Rayakan Hari Jadian Lakukan Ini di Kos, Akhirnya Ditangkap Polisi

Instagram Tribun Manado :

Bagaimana caranya?

Ternyata, menurut sains kita dapat melakukan hal tersebut.

Memori yang kita simpan tidak selalu mencerminkan kejadian yang sesungguhnya.

Otak menyimpan seluruh informasi yang kita terima, namun hanya memfokuskan beberapa fragmen tertentu dari pengalaman yang kita anggap berkesan saja.

Memori kita juga memiliki kecenderungan untuk mengingat akhir suatu kejadian dibanding saat berlangsungnya kejadian itu sendiri.

Sifat otak dan memori ini dapat kita manfaatkan untuk merangkai kenangan yang ingin kita ingat dalam jangka panjang dan tentunya yang membuat kita merasa bahagia, sekaligus membuang kenangan yang tidak ingin kita ingat kembali.

"Masa liburan terdiri dari tiga bagian, waktu sebelum liburan, waktu liburan, dan waktu setelahnya."

"Masa yang terpendek adalah waktu liburan itu sendiri. Jadi, kita perlu memikirkan lebih mengenai waktu sebelum, yaitu fase antisipasi, dan waktu sesudah, yang menjadi memori," ungkap Dan Ariely, peneliti ekonomi perilaku dari Duke University, seperti dilansir dari Popular Science.

Artinya, kenangan yang kita ingat bukan hanya peristiwa yang menyenangkan, namun yang meninggalkan kesan khusus pada otak kita.

"Duduk di pantai sambil meminum Moscow mule selama seminggu mungkin bisa membuat rileks, tapi hal itu tidak membuat memori yang berkesan. Nantinya, memori mengenai hal tersebut akan tercampur dengan hal-hal lainnya," lanjut Ariely.

Maka dari itu, Ariely menjelaskan bahwa variasi memori adalah kunci mengapa suatu peristiwa dapat begitu berkesan dan terkenang dalam benak kita secara tidak sadar.

"Bahkan jika variasi kecil sekalipun, misalnya hari pertama main ski, hari selanjutnya snowboarding, dan hari berikutnya bermain seluncuran salju. Kita harus berpikir mengenai sesuatu yang memberikan informasi baru untuk jangka panjang, sehingga memori tersebut menjadi lebih intens," paparnya.

Dalam hal ini, memori berupa skill yang dipelajari dan dialami akan bertahan lebih lama dibandingkan sekedar peristiwa yang dapat berlalu begitu saja.

Dalam salah satu studi, peneliti mengamati dua kelompok uji yang melakukan proses kolonoskopi yang cukup menyakitkan.

Kelompok pertama melakukan kolonoskopi seperti biasa, namun kelompok kedua diberikan prosedur medis tambahan yang kurang menyakitkan di akhir proses.

Hasilnya, banyak orang justru lebih memilih prosedur kedua dibanding prosedur pertama yang lebih singkat.

Hal ini disebabkan karena memori lebih menganggap akhir suatu peristiwa lebih berkesan.

Fakta ini tentu tidak hanya terjadi pada kolonoskopi, tapi juga liburan.

Akhir liburan pastinya akan lebih diingat dibanding liburan itu sendiri.

Sayangnya, seringkali akhir liburan diwarnai dengan perjalanan yang panjang lagi membosankan.

"Anda meninggalkan dan membayar hotel, lalu naik pesawat dan mengangkat barang bawaan, kemudian pulang dan mengeluarkan pakaian kotor. Memang disayangkan bahwa liburan selalu berakhir seperti ini, namun begitulah adanya," turur Ariely.

Hal ini yang mendorong anda untuk mengingat waktu liburan yang telah anda habiskan menjadi lebih buruk dari kenyataannya.

Kabar baiknya, anda juga dapat menata ulang memori anda.

Ariely menyarankan agar anda mengakhiri liburan secara simbolis kemudian hari.

Sebagai contoh, setelah mencuci pakaian kotor, anda dapat melakukan ‘liburan kecil’ tambahan.

Liburan ini dapat berupa aktivitas seperti keliling kota, melihat kembali koleksi foto yang anda ambil saat liburan kemarin, atau kembali menyantap oleh-oleh yang anda bawa dari kota yang anda sempat singgahi.

Melalui aktivitas ini, secara tidak langsung akan terbentuk kesan positif mengenai liburan dalam alam bawah sadar anda, sehingga menciptakan memori baik yang dapat anda nikmati dalam jangka panjang. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Cara Lupakan Pengalaman Buruk saat Liburan

Youtube Channel Tribun Manado :

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved