Sudah Dua Bulan Warga Sulit Dapatkan Air Bersih, Antre di Mata Air Luar Kampung

Sudah hampir dua bulan terakhir, Meli Pangayow harus mengambil air di penampungan yang berada di luar permukiman.

Sudah Dua Bulan Warga Sulit Dapatkan Air Bersih, Antre di Mata Air Luar Kampung
TRIBUN MANADO/JUFRY MANTAK
Warga Wineru Kakas mencuci pakaian. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sudah hampir dua bulan terakhir, Meli Pangayow harus mengambil air di penampungan yang berada di luar permukiman.

Sebagian terpaksa mengantre untuk mendapatkan air di mata air Katuoki yang berada sekitar 300 meter dari perkampungan.

Mereka kesulitan mendapatkan air bersih. Tak ada lagi air masuk ke penampungan yang berada di kampung.

"Sudah dari bulan Juli air bersih tidak masuk lagi. Kami harus mengambil air di pancuran. Masyarakat bahkan harus mengantre saat mengambil air di sana," ujar Meli, Sabtu (24/8/2019).

Meli mengatakan, kondisi tersebut lantaran pompa air yang berada di penampungan di luar permukiman rusak.

FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN MANADO:

Baca: Daerah Berisiko, Pendeteksi Tsunami dan Gempa Bakal Dipasang di Bolaang Mongondow

Baca: Diprotes Warga, Perusahaan Pengelola HGU Sawit Bantah Akan Caplok Lahan Pertanian

Baca: Tiap Legislator Dapat Pin Emas 5 Gram, Dapat Jas Baru Pula

Seharusnya, pompa tersebut yang mengalirkan air hingga bak penampungan di dalam kampung.

Dia mengku heran, pompa rusak tersebut tak segera diganti. Padahal, kata dia, setiap keluarga di Wineru membayar Rp 15 ribu untuk pemakaian air.

"Alat pompa air tidak bisa diganti? Terus ke mana uang masyarakat yang sudah melunasi pembayaran air tiap bulan?" kata dia.

Brayen Pangayow mengatakan hal sama. Padahal, kata dia, saat ini, banyak orang yang bermukim sementara di Wineru. Mereka adalah orang-orang yang bekerja memetik cengkih.

Halaman
12
Penulis: Jufry Mantak
Editor: Edi Sukasah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved