Berita Manado

Menangkal Radikalisme, Pesantren Alkhairaat Dapat Materi Belajar Nilai Kebangsaan

Dr Burhan Niode dan Drs Ismail Rahman MSi, memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai Wawasan Kebangsaan dalam Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Menangkal Radikalisme, Pesantren Alkhairaat Dapat Materi Belajar Nilai Kebangsaan
TRIBUN MANADO/FERDINAND RANTI
Menangkal Radikalisme, Pesantren Alkhairaat Dapat Materi Belajar Nilai Kebangsaan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dr Burhan Niode dan Drs Ismail Rahman MSi, memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai Wawasan Kebangsaan dalam Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Kegiatan itu berlangsung di Yayasan Pondok Pesantren Alkhairaat Mapanget, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (24/08/2019).

Dr Burhan mengatakan, pihaknya memberikan pengetahuan agar para peserta didik yang ada di pesantren bisa mengerti arti nilai kebangsaan.

"Salah satu tujuan kita agar bisa menangkal radikalisme, makanya kita masuk disalah satu pesantren dalam rangka persatuan terhadap cinta tanah air, mencegah secara dini paham radikalisme," katanya.

Ia pun memberi materi dengan judul PKM pemantapan wawasan kebangsaan dalam persatuan dan kesatuan Bangsa siswa pondok pesantren Alhkhairaat Manado.

"Adik-adik sebagai tunas bangsa, dari awal kita harus siapkan, di samping ada sumberdaya alam, merdeka itu di mana kita rebut kemerdekaan itu, makanya fakta sejarah harus kita banggakan bahwa kita adalah negara yang kuat dan besar," jelasnya.

Kepala Sekolah, Zubail Lakawa SAg, sangat mendukung kegiatan seperti itu.

"Selain para siswa mendapatkan pendidikan agama mereka juga penting mendapat pendidikan kebangsaan, dan saya apresiasi," katanya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat positive karena didatangi pengajar dari perguruan tinggi.

"Sangat bagus dan mereka para siswa lebih diperhatikan dan menambah wawasan, cara pandang kita kedepan untuk negara ini, sangat positive ke depannya akan ada kelanjutannya," pungkas Kepsek Yayasan Alkhairaat Mapanget.

(Tribunmanado.co.id/Ferdinand Ranti)

BERITA TERPOPULER :

Baca: Satpam Tewas 30 Menit Setelah Isap Darah karena Digigit Ular Weling, Dokter: Kesalahan Besar

Baca: Kapolres Ditembaki Tiga Kali, Empat Orang Bersenjata Lari ke Belakang Pasar, Satu Orang Tertembak

Baca: Ayah Kandung Suntik Anak Gadisnya yang Masih Berusia 14 Tahun Hingga 3 Kali

TONTON JUGA :

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved