Info Kesehatan

HATI-HATI, Pemicu Kematian Dini, Diantaranya Duduk Lebih dari 9,5 Jam

Hal tersebut juga ditunjukkan dengan hasil penelitian yang menyebutkan bahwa 70% orang yang aktif memiliki risiko kematian usia dini yang lebih kecil.

HATI-HATI, Pemicu Kematian Dini, Diantaranya Duduk Lebih dari 9,5 Jam
TribunWow.com
Ilustrasi Duduk Terlalu Lama 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah studi mengungkapkan bahwa duduk selama lebih dari sembilan setengah jam sehari, dapat meningkatkan risiko kematian dini.

Para ilmuwan telah menganalisis data lebih dari 36.000 orang dewasa dengan usia rata-rata 62 tahun, untuk membuktikan penelitian ini.

Studi ini mengkategorikan tingkat peserta mulai dari yang kurang aktif hingga paling aktif.

Diketahui Profesor Ulf Ekelund di Sekolah Ilmu Olahraga Norwegia, Oslo menjadi pememimpin dalam penelitian. 

Penelitian ini telah diterbitkan dalam Jurnal British Medical dan menemukan bahwa terlalu lama duduk bisa meningkatkan risiko kematian.

Baca: Peringatan Dini BMKG Hari Ini, Sejumlah Wilayah Berikut Waspada Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

Baca: AHOK TERKINI - Perut Puput Nastiti Devi Semakin Besar hingga Veronica Tan Tulis Punya Hati

Baca: Veronica Tan Tanggapi Kabar Kehamilan Puput Nastiti Devi, Sahabat Ahok Blak-blakan Bilang Begini

Follow Instagram Tribun Manado

BERITA SELEB

Baca: Sempat Disinggung Tessa Mariska, Nikita Mirzani Bongkar Dalang di Balik Kasus Penelantaran Anak

Baca: Kerap Terlihat Tegar, Tangis Nikita Mirzani Pecah Saat Sajad Ukra Libatkan Anak dalam Kasus Hukum

Baca: Total Kekayaan Ayu Ting Ting Dikabarkan Capai Rp 200 M, Yuk Intip Isi Rumah Mewahnya!

Hal tersebut juga ditunjukkan dengan hasil penelitian yang menyebutkan bahwa 70% orang yang aktif memiliki risiko kematian usia dini yang lebih kecil.

Sedangkan 6% peserta meninggal selama masa lanjut rata-rata 5,8 tahun.

Ada sekitar lima kali lebih banyak kematian di antara yang paling tidak aktif, dibandingkan dengan mereka yang bergerak aktif.

Para peneliti mengatakan bahwa hasil penelitian ini, sebenarnya memberi data penting untuk kampanye kesehatan masyarakat.

Para peneliti menyarankan pesan kepada masyarakat untuk duduk lebih sedikit, dan bergerak lebih banyak atau dalam arti lain masyarakat harus lebih sering melakukan kegiatan. 

Tonton:

Editor: Chintya Rantung
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved