Sulut Maju

Gubernur Curhat Hambatan dan Tantangan Majukan Sulut, Olly: Banyak Jalan Menuju Roma

ISTIMEWA
Gubernur Curhat Hambatan dan Tantangan Majukan Sulut, Olly: Banyak Jalan Menuju Roma 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tak bisa dipungkiri ada saja hambatan dan tantangan dari upaya yang dilakukan.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey mengatakan, termasuk ketika mewujudkan visi dan misi dalam upaya memajukan daerah.

Di hadapan para audiens saat membawakan Kuliah Umum di Kampus Universitas Indonesia di Jakarta, Jumat (23/8/2019), Gubernur Olly meyakinj satu pepatah lama

"Banyak jalan menuju Roma, " ungkap dia.

Upaya memajukan Sulut misalnya harus berhadapan dengan kepentingan lain, intervensi, regulasi hingga tak sinkron dengan program kementerian.

Di bidang pariwisata misalnya, Sulut yang sudah jor-joran, malah tak masuk 10 destinasi pariwisata prioritas di Indonesia oleh Kementerian Pariwisata.

"Kemenpar nggak kasih masuk, anggaran tidak otomatis masuk. Ini kendala," ujar dia.

Tapi ia meyakini pepatah lama yakni banyak jalan menuju Roma

"Jalan depan nggak bisa, pakai jalan belakang," kata dia.

Namanya rezeki memang tak kemana, mungkin juga pengaruh Presiden Jokowi waktu Pilpres menang 78 persen di Sulut. Kata Gubernur, tahu-tahu saja, Presiden mau datang ke Sulut, Juli 2019.

"Presiden tanya perlu Menteri apa untuk tuntaskan masalah di Sulut. Gubernur katakan Menteri PUPR, Menteri Perhubungan, Menteri ATR/BPN, Menkumham, dan Menteri Keuangan, " kata Gubernur.

Ditanya Presiden, kenapa Menteri Pariwisata tidak masuk daftar?

"Saya katakan Menteri Pariwisata nanti saja, belakangan nyusul," ungkap Gubernur.

Agenda kunjungan Presiden Jokowi ke Sulut pun untuk meninjau potensi wisata di Sulut, sekaligus menggelwar rapat terbatas (ratas) dengan menteri dan kepala dsrrah

"Pentingnya itu, kalau ratas di Sulut tidak
ada intervensi pembangunan Sulut. Apa keinginan Gubenrur, menteri semua boleh," kata dia.

Inilah jalan menuju Roma, kata Olly Sulut tak masuk 10 destinasi wisata nasional, terus lewat yang itu, Sulut masuk daerag super prioritas dan itu sudah mengikat. Di bawa ke Bappenas masuk semua usulan, " ungkap dia.

Gubernur bersyukur ia punya banyak teman sehingga urusan jadi lancar

Diawali dari turis Cina banyak datang ke Sulut karena Gubernur cepat merespon apa yang diinginkan.

Ketika awal pertemuan dengan perwakikan Cina, setidaknya ada 5 permintaan agar turis cina mau datang

Pertama, harus ada visa bebas masuk di Sulut seperti di Bali, Jakarta,dan Medan.

Kedua, minta operasional Bandara Sam Ratulangi 24 jam

Ketiga, peningkatan status kantor bea cukai untuk menangani langsung arus barang dan orang .

Keempat, Harus ada yang bisa berbahasa cina. Kelima, hotel harus cukup.

"Saya di kasih 2 minggu, jika tuntas kita tandatangan MoU, " ucap Guberur

Namanya juga berkat dilancarkan Tuhan, kebetukan banyak kenalan ketika meminta bantuan langsung direspon.

Semisal urusan Bea Cukai, cukup kenal dekat dengan Kemenkumham Yasona Laoly. Rupanya dapat lampu hijau

"Kata Pak Menteri bukan urusan Menteri tapi urusan Kawanua saya, Pak Dirjen Imigrasi Sompie. Urusannya kelar 1 jam, " ungkap dia.

Kemudian ketemu MenPan ketika itu kebetulan juga temann Asman.

Mau sewa pesawat ada Pak Rusdi Kirana Pemilik Lion Group

"Pak Rusdi katakan minta lesawat apapun dikasiu,h, asal izin penerbangan diurus Gubernur," kata dia.

Izin Penebanngan pun kelar di Kementerian Perhubungan, dengam bantuan Presiden Jokowi.

Itu tahun 2015. Usai dilantik Februari 2016, Bulan maret dibuka penerbangan perdana ke Manado dari Cina.

"Ternyata berjalan terus sampai hari ini buat konsep pariwisata mengkompilasi 5 tadi, berkelanjutan terus meski saya tidak jadi gubernur, siapapun Gubernurnya ini tetap jalan, " ujar dia.

Penerbangan ke Sulut langsung terbang ke 8 kota di Cina, lalu satu ke singapura.

Menyusul nanti ke Davao dilayani Garuda buka. Kemudian ke Sabah, Malaysia dilayani Lion, buka September atau Oktober.

"Inilah prospek di 2019," ungkap dia.

Olly mengharapkan, agar UI juga ikut membantu bagaimana mempercepat ekonomi di Kawasan Timur Indonesia. (ryo)