News

Antisipasi Dua Masalah Nasional, Forkopimda Minsel Gelar Deklarasi Damai

"Jangan menanggapi secara emosional sehingga dapat menyebabkan permusuhan di antara sesama umat beragama.”

Antisipasi Dua Masalah Nasional, Forkopimda Minsel Gelar Deklarasi Damai
TRIBUNMANADO/ANDREW PATTYMAHU
Deklarasi Damai 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Unsur Forkopimda Minahasa Selatan (Minsel) lamgsung melakukan langkah antisipasi terkait dua masalah nasional yang mencuat saat ini.

Sebagai langkah antisipasi tersebut Pemkab Minsel beraama Polres Minsel, Kejari Minsel, DPRD Minsel Pengadilan Negeri Amurang dan Perwira Penghubung Kodim Minahasa menggelar rapat koordinasi. Rapat tersebut membahas masalah Papua dan isu penistaan agama.

Wabup Franky Donny Wongkar yang memimpin takor, Rabu (21/8/2019) berharap agar masyarakat Minsel tetap menjaga kebersamaan dan kerukunan serta semangat gotong royong.

Pada kesempatan itu juga Wabup Wongkar menandatangani Deklarasi Damai.

Sementara ity Kapolres Minsel mengatakan atas adanya kasus ini, masyarakat harus menjaga agar situasi tetap dingin berpikir secara tenang.

"Jangan menanggapi secara emosional sehingga dapat menyebabkan permusuhan di antara sesama umat beragama,” kata Kapolres Minsel.

Menurut dia persatuan dan perdamaian adalah di atas segalanya. Jangan sampai ada pihak-pihak yang mengambil kesempatan untuk memecah belah.

Tampak hadir Kajari Minsel I Wayan Eka Miartha, Wakil Ketua DPRD Minsel Rommy Pondaag, Ketua Pengadilan Negeri Amurang. Ketua Pengadilan Agama Amurang, Perwira Penghubung Kodim Minahasa, Kepala Kantor Kementerian Agama Minsel. (dru)

Berikut isi deklarasi damai :

1. Mengeliminir dan menolak segala bentuk disintegrasi bangsa.

2. Menjaga keutuhan 4 pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika

3. Menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama dan sesama anak bangsa.

4. Menolak segala bentuk disintegrasi bangsa yang mengatasnamakan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).

5. Menolak segala bentuk provokasi yang bertujuan untuk memecah belah Persatuan dan Kesatuan bangsa.

6. Mendukung pemerintah melakukan upaya damai dalam penyelesaian permasalahan di Surabaya, Malang, Manokwari, Sorong serta diseluruh wilayah NKRI.

Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved