News

4 ASN Tersangka Tipikor di Pemkab Mitra Terancam Dipecat

"Saya selaku Bupati Minahasa Tenggara mensupport penuh proses kelanjutan dari 4 tersangka yang sudah merugikan Pemkab Mitra."

4 ASN Tersangka Tipikor di Pemkab Mitra Terancam Dipecat
(Shutterstock)
Ilustrasi korupsi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Kabar tidak sedap kembali dikeluarkan pihak kepolisian berdasarkan Press Realise terkait dugaan penyimpangan dan pengelolaan belanja barang dan jasa tahun anggaran (TA) 2013 silam, Pada Inspektorat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra), yang tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Kabarnya dalam pengelolaan belanja atas 107 SP2D senilai Rp 4.545.210.130,- didapati penyimpangan dana pencairan atas 24 SP2D senilai Rp 873.237.694. Keempat TSK diketahui memalsukan pencairan dana dengan kegiatan yang tidak diketahui atau tidak dilaksanakan.

Kabar tersebut langsung diketahui oleh Bupati James Sumendap SH, dirinya mengakui sudah sejak lama mengetahui akan kasus tersebut.

Dirinya mengatakan mendukung penuh tindakan dari pihak yang berwenang terkait proses lanjut dari kasus tersebut.

"Saya selaku Bupati Minahasa Tenggara mensupport penuh proses kelanjutan dari 4 tersangka yang sudah merugikan Pemkab Mitra," ungkap Sumendap setelah dikonfirmasi via WhatsApp (21/8/2019) hari ini.

Menurutnya ini adalah kasus lama yang diproses kembali mengundang banyak keingintahuan beberapa Pajabat Pemkab Mitra yang dengan nyata mendukung tindakan pihak berwenang terkait kasus penyelewengan tersebut.

Seperti tanggapan dari Sekertaris Daerah (Sekda) Mitra saat diwawancarai disela-sela pelaksanaan Sertijab, Rabu (21/8/2019).

"Tentunya selaku pemerintah yakni saya sebagai Sekertaris Daerah. Sangat mendukung akan proses pidana terhadap 4 ASN ini," ujar Robby Ngongoloy.

Dirinya mengatakan siap memfasilitasi bila didapati saat sidang nanti, adanya ketambahan tersangka baru akan langsung diproses.

"Kami akan saling bantu dengan pihak yang menangani kasus ini. Bila nanti didapati tersangka baru, kami akan bantu mengcover untuk meudahkan prosesnya. Karena ini sudah merugikan negara dan bikin malu selaku ASN Mitra," tegas Ngongoloy.

Lanjutnya sanksi tegas akan diberlakukan kepada 4 ASN tersebut yakni TSK SG alias Silvi selaku Sekertaris Inspektorat dan Pejabat Penataanusahan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK SKPD) yang meminta uang kepada Bendahara Pengeluaran untuk membiayai belanja yang tidak sesuai dengan ketentuan, berikutnya TSK OW alias Olda selaku Bendahara Pengeluaran yang mentranfer uang kepada pihak terkait serta Inspektur, untuk membayar keperluan pribadi TSK JSK alias Jonas dan menyerahkan uang kepada TSK SG alias Silvi untuk pembayaran belanja yang tidak sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan.

"Sanksi sudah sangat jelas kalau ASN didapati kasus seperti ini dan sudah mutlak sebagai tersangka dan akan diproses dengan hukuman seumur hidup seperti yang dikeluarkan pihak terkait. Keempat ASN akan langsung dipecat," tegas Ngongoloy.

Diketahui seperti yang dikatakan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Minahasa Selatan (Minsel) AKBP FX Winardi Prabowo SIK," keempat TSK yakni ASN Mitra dijatuhi dengan Pasal 2 subs Pasal 3 UU/No/31/thn/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU/RI/No/20/thn/2001 Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPdana dengan ancaman pidana seumur hidup, paling lama 20 tahun, paling singkat 1 tahun," ungkapnya.

Proses ini setelah diketahui keempat tersangka sudah digiring ke Lapas Melendeng untuk diproses lebih lanjut oleh pihak Kejaksaan Tinggi Manado. (Ano)

Penulis: Giolano Setiay
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved