Anggaran Belanja Tidak Langsung Kotamobagu Turun Rp 20,5 M

"Saya tahu pembahasan ini sampai tengah malam, kami apresiasi karena bentuk tanggung jawab dari DPR yang begitu besar."

Anggaran Belanja Tidak Langsung Kotamobagu Turun Rp 20,5 M
ISTIMEWA
Pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kotamobagu sudah disepakati dan ditandatangani bersama dalam sidang paripurna penandatanganan nota kesepakatan kebijakan umum perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah serta prioritas dan plafon anggaran sementara tahun anggaran 2019, di ruang sidang DPRD Kotamobagu, Selasa (20/8/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Anggaran belanja tidak langsung pemerintah Kota Kotamobagu turun pada perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019.

Hal tersebut merupakan satu di antara hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kotamobagu, yang sudah disepakati dan ditandatangani bersama dalam sidang paripurna penandatanganan nota kesepakatan kebijakan umum perubahan anggaran pendapatan dan belanja  daerah serta prioritas dan plafon anggaran sementara tahun anggaran 2019, di ruangs sidang DPRD Kotamobagu, Selasa (20/8/2019).

Rapat yang dipimpin oleh Djelantik Mokodompit Wakil Ketua DPRD Kotamobagu tersebut nampak dihadiri oleh Wali Kota Kotamobagu Hj Tatong Bara bersama Wali Kota Kotamobagu Nayodo Koerniawan, anggota DPRD Kotamobagu, Forkopimda, dan pejabat serta ASN Pemkot Kotamobagu.

Hasil pembahasan Banggar dibacakan oleh Riana Sari Mokodongan.

Pada kesempatan tersebut ia menyampaikan bahwa pembahasan KUA-PPAS Permendagri Nomor 21 Tahun 2011 tentang perubahan kedua atas Permendagri nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah.

Pemerintah daerah bersama DPRD dapat melakukan perubahan APBD apabila terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum anggaran pendapatan dan belanja daerah. Juga karena keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran antara unit organisasi antar kegiatan dan antar jenis belanja, dan keadaan yang menyebabkan sisa lebih pembiayaan anggaran tahun anggaran sebelumnya harus digunakan.

Ia melaporkan, adapun potensi pendapatan daerah yang akan dimasukkan dalam RAPBD Perubahan tahun 2019 berupa pendapatan asli daerah mengalami peningkatan sebesar Rp 3.963.567.079, atau naik 5,45 persen, sebelum perubahan Rp 72.679.765.526 berubah menjadi Rp  76.643.332.605.

Kemudian dana perimbangan tidak mengalami.perubahan yaitu Rp 541.612.809.000.

Lain-lain pendapatan yang sah mengalami penurunan sebesar Rp. 839.921.915 atau 1,01 persen pada APBD induk  tahun 2019 sebesar Rp. 83.282.332.378 menjadi   Rp. 82.442.410.463 pada Perubahan APBD.

Adapun perubahan kebijakan belanja daerah tahun anggaran 2019 sesuai dengan pembahasan, pada belanja tidak langsung mengalami penurunan sebesar Rp 20.529.050.490 ATAU 5,88 persen dari anggaran sebelumnya Rp 348.964.238.173 menjadi Rp 327.435.187.683.

Halaman
12
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved