News

Kotamobagu Butuh Museum untuk Mengumpulkan Benda Bersejarah

"Kami sebenarnya sudah punya perencanaan, untuk mengusulkan gedung Bobakidan sebagai museum."

Kotamobagu Butuh Museum untuk Mengumpulkan Benda Bersejarah
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Agung Aditi Kadis Pariwisata Kotamobagu 

TRIBUNMANADP.CO.ID, KOTAMOBAGU - Banyaknya barang bersejarah di Kotamobagu ternyata belum terkumpul dalam satu tempat.

Alasannya lantaran, belum adanya museum daerah.

Agung Aditi Kadis Pariwisata Kotamobagu menjelaskan, kebutuhan museum merupakan salah satu persyaratan dan sarana untuk menempatkan peralatan atau benda bersejarah yang ada di Kotamobagu.

"Kami sebenarnya sudah punya perencanaan, untuk mengusulkan gedung Bobakidan sebagai museum," jelas dia.

Namun menurutnya, gedung tersebut perlu rehabilitasi total, dan akan diusulkan ke pimpinan.

"Selain itu, ada beberapa usulan, dan mereka sudah melaporkan rumah adat di Kopandakan untuk dijadikan museum desa, tapi akan menyimpan peralatan dokumen dan benda bersejarah," jelasnya.

Ia mengatakan, benda bersejarah tersebut sejauh ini masih ada di tangan orang per orang.

"Karena kita belum punya museum, sehingga butuh kesadaran bersama, untuk kemudian saat kita sudah ada museum sebaiknya diberikan kepada pemerintah supaya ada biaya perawatan," jelasnya.

Ia mengatakan, rencana rehab tersebut menunggu pembahasan dengan tim anggaran mungkin tahun 2020 atau 2021.

"Bobakidan sebenarnya di DID sudah ada sejak beberapa tahun lalu, hanya perlu direview DID di gedung Bobakidan, kalau review sudah dan keluar anggaran misalnya Rp 20 miliar, baru itu kami usulkan untuk pembangunan," ujar dia.

Bobakidan itu konteksnya rumah adat, gedung pertemuan, bisa bermacam-macam fungsi, bisa museum di lantai pertama, lantai ke dua bisa untuk ruang pertemuan atau kesenian.

"Soalnya sudah kondisi lantai dua, sehingga harus rehab total, atau harus bangun baru," katanya.

Sementara itu, Ishak Sugeha ketua Pansus Ranperda Rappid menjelaskan itu hal positif.

"Tapi harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, maka Ranperda Rippda ini bisa memberikan ruang untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dari dana DAK, kalau itu kita sepakati dan laksanakan, mudah-mudahan, termasuk pembangunan museum budaya itu bisa tercover," jelasnya. (amg)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved