Berita Kotamobagu

Kisah Sapar Dondo Lestarikan Pembuatan Digu di Kotamobagu

Meski Sumber daya Alam tak terlalu mumpuni, namun Kotamobagu dianugerahkan dengan berbagai macam kemampuan warganya dalam kreativitas

Kisah Sapar Dondo Lestarikan Pembuatan Digu di Kotamobagu
Tribun manado / Alpen Martinus
Sapar Dondo Lestarikan Pembuatan Digu 

Kisah Sapar Dondo Lestarikan Pembuatan Digu di Kotamobagu

TRIBUNMANADO.CO.ID - Meski Sumber daya Alam tak terlalu mumpuni, namun Kotamobagu dianugerahkan dengan berbagai macam kemampuan warganya dalam kreativitas.

Satu di antara hasil kerajinan tangan warga Kota Kotamobagu adalah tapisan beras dari bambu atau yang sering warga sebut dengan Digu.

Sapar Dondo warga Kelurahan Upai, Kotamobagu Utara yang kami kunjungi, sudah sekitar 33 tahun membuat alat dari anyaman bambu ini yang dalam bahasa Indonesia disebut nyiru.

Bahan dasar Digu yaitu bambu tali dan rotan.

Proses awal, bambu diambil bagian kulitnya dengan ukuran panjang tertentu. Kulit bambu tersebut kemudian dijemur.

Setelah dijemur, direndam dengan air, agar bambu tersebut tidak menggulung.

BERITA POPULER:

> VIRAL VIDEO Perwira Polisi Tampar dan Tendang Anggota Polri -TNI, Ternyata Perayaan HUT

> Ahok Unggah Foto Bersama Syafi’i Maarif di Hadapan Ribuan Mahasiswa dan Tulis: Aku untuk Indonesiaku

> VIRAL, Video Dewasa Mahasiswi PTN di Yogyajarta Tersebar di WA, Sang Pacar Juga Sebar Foto Beradegan

Bahan anyaman yang sudah siap kemudian dianyam, setelah selesai, kemudian dijemur lagi.

Setelah dipastikan kering, anyaman tersebut kemudian harus dibasahi dengan air lagi sehingga terbuka.

Halaman
123
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved