Berita Sulut

Kasus-kasus Kebakaran di Sulut, Dari Armada Rusak hingga Petugas Baru Tahu Kejadian dari Facebook

Supryatna mengatakan, warga yang melihat kebakaran cukup lama melaporkan kejadian kepada petugas damkar.

Kasus-kasus Kebakaran di Sulut, Dari Armada Rusak hingga Petugas Baru Tahu Kejadian dari Facebook
vendi lera/tribun manado
Armada pemadam kebakaran Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, hanya satu tapi tak berfungsi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Peristiwa kebakaran selalu mengancam dan membawa derita setelah terjadi.

Tidak hanya menghilangkan harta benda, tapi juga mengancam jiwa. Fasilitas yang minim menjadi kendala untuk meminimalisasi dampak kebakaran.

Peristiwa terakhir yang sangat disayangkan adalah kebakaran di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, tepatnya di Desa Tobongon, Kecamatan Modayag, yang mengorbankan nyawa balita berusia 10 bulan pada 14 Agustus lalu.

Pemkab Boltim sendiri hanya memiliki satu unit damkar, itu pun rusak, hanya diparkir di halaman kantor.

Kaca mobil pecah, bodinya kendaraan hancur, serta selang dan keran air bermasalah.

Kepala Bidang Linmas Dinas Satpol PP dan Kebakaran Boltim Supardji mengatakan, kerusakan terjadi saat mobil damkar berusaha memadamkan api di Tutuyan. Mobil tersebut dilempar warga karena dinilai lambat.

"Mudah-mudahan tahun ini sudah ada tiga unit mobil damkar kapasitas 600 liter," kata dia, Jumat (16/8/2019).

Di Bolaang Mongondow yang beberapa hari belakangan berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan, juga menghadapi kendala yang sama.

Pemerintah setempat hanya punya satu unit damkar. Mobil itu hanya dioperasikan bila ada kebakaran di sekitar Lolak, ibu kota kabupaten.

Di Minahasa Selatan, hanya ada dua unit damkar yang bisa dioperasikan untuk mengover 17 kecamatan.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved