Sulawesi Utara

Terkait Kerusuhan Manokwari Papua, Hanny Pantouw Imbau Jangan Ada yang Terprovokasi

Aksi blokade jalan oleh masyarakat Papua di Manokwari, terhadap kasus diamankannya 43 mahasiswa di Surabaya, ditanggapi Tonaas Wangko, Hanny Pantouw.

Terkait Kerusuhan Manokwari Papua, Hanny Pantouw Imbau Jangan Ada yang Terprovokasi
TRIBUN MANADO/SITI NURJANAH
Ketua LMI Sulut, Tonaas Wangko Pendeta Hanny Pantouw 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Aksi blokade jalan oleh masyarakat Papua di Manokwari, terhadap kasus diamankannya 43 mahasiswa di Surabaya, ditanggapi Tonaas Wangko, Pendeta Hanny Pantouw.

Ketua Laskar Manguni Indonesia (LMI) itu mengatakan, kasus diamankannya 43 mahasiswa di Surabaya harus ditegaskan bahwa apa yang terjadi tidak mewakili semua masyarakat Surabaya, Jawa Timur.

"Yang harus ditegaskan, yang melakukan itu hanya oknum bukan keseluruhan masyarakat di Surabaya, Jawa timur," ujarnya, kepada tribunmanado.co.id, Senin (19/08/2019), via seluler.

Menurutnya, hal tersebut untuk menghindari agar jangan sampai menjadi biasa seperti saat ini.

"Yaa itu semua, jangan sampai nantinya jadi bias seperti sekarang seperti keributan yang berujung blokade jalan hingga pembakaran di Manokwari, terlebih dalam waktu dekat di Papua akan menggelar kegiatan PON" ucapnya.

Ia menambahkan, jangan sampai nantinya akan menjadi riset image suku.

"Saat PON nanti takutnya hal ini akan jadi riset image suku, nanti dianggap mana yang dari Jawa itu akan dihantam," ujarnya.

Ia berpesan supaya tidak ada yang terprovokasi dari pihak manapun.

"Nah pesan saya yang lain jangan sampai terprovokasi, harpan saya juga masyarakat saudara-saudari di Papua juga harus menahan emosinya.

"Saya mengerti mereka tersinggung, akibat dari kejadian tersebut jangan sampai melebar ke arah-arah yang nanti minta merdeka atau segala macam," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Siti Nurjanah
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved