Sulawesi Utara

250 Ribu Warga Dunia Tanda Tangan Petisi Hentikan Konsumsi Anjing dan Kucing di Sulawesi Utara

Ada 250 ribu tanda tangan petisi dari seluruh dunia khusus untuk Sulawesi Utara agar menghentikan konsumsi daging anjing dan kucing

250 Ribu Warga Dunia Tanda Tangan Petisi Hentikan Konsumsi Anjing dan Kucing di Sulawesi Utara
TRIBUN MANADO/FINNEKE WOLAJAN
AFMI dan dua warga Belanda saat berkunjung ke DPRD Provinsi, Jumat (16/8/2019) 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Dunia internasional terus mengecam konsumsi daging anjing dan kucing di Sulawesi Utara.

Animal Friends Manado Indonesia bersama aktivis internasional pun terus menyerukan agar menghentikan aktivitas tersebut.

Anika van Leeuwen dan Kees van Hal, aktivis asal Belanda mengatakan Sulawesi Utara memiliki alam yang indah.

Di Tomohon misalnya, pemandangan gunung, bunga-bunga yang menawan.

Namun menurut Anika, keindahan itu seketika rusak ketika turis mengetahui ada pasar yang menjual daging anjing dan kucing di Tomohon.

Ada penyiksaan anjing dan kucing di pasar tersebut.

Baca: Kucing Juga Punya Kepribadian, Peneliti Membaginya Jadi 5 Kelompok, Ada yang Neurotic juga

Baca: Mengapa Kucing Jantan Belang Tiga Sangat Sulit Ditemukan? Ini Penjelasannya!

Baca: Kisah Maru, Anjing di Rusia yang Tempuh Perjalanan 200 KM untuk Pulang ke Majikan yang Membuangnya

Anika menyayangkan, Indonesia punya Undang-undang perlindungan hewan. Tapi kenapa itu tidak diberlakukan.

Penyiksaan hewan sudah terjadi terus menerus. “Orang-orang hanya memalingkan wajah dan tak perduli dengan itu,” ujarnya.

Anika dan Kees membagi-bagikan bunga kepada masyarakat, pada Jumat (16/8/2019). Sebagai kampanye dan edukasi ke masyarakat.

Pada bunga itu juga tertulis pesan untuk saling menghargai sesame ciptaan Tuhan.

Anika van Leeuwen dan Kees van Hal aktivis kesejahteraan hewan asal Belanda saat di DPRD Sulut, Jumat (16/8/2019)
Anika van Leeuwen dan Kees van Hal aktivis kesejahteraan hewan asal Belanda saat di DPRD Sulut, Jumat (16/8/2019) (TRIBUN MANADO/FINNEKE WOLAJAN)
Halaman
12
Penulis: Finneke Wolajan
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved