Dokter Taufiq Hidayat, Cintanya pada Tanah Kelahiran Tak Bisa Dibarter Jabatan

Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Saya ingin dalam hidup ini berguna bagi orang banyak.

Dokter Taufiq Hidayat,  Cintanya pada Tanah Kelahiran Tak Bisa Dibarter Jabatan
Basuki
Dokter Taufiq Hidayat dengan pakaian tradisional Banyuwangi 

Oleh: Basuki

Di Indonesia orang pintar memang banyak. Tapi, kaum elit berpendidikan yang bersedia mengabdi untuk daerah asal, mungkin bisa dihitung jari.

Di antara manusia langka ini, nama dr. Taufiq Hidayat, MKes, SpAnd (K) jelas layak terhisap di dalamnya.

Jejak kecintaan Dokter Spesialis Andrologi FK UNAIR pada tanah kelahiran, Banyuwangi, memang sangat benderang.

Usai menjabat Kepala Puskesmas Muara Teweh, Barito Utara (1989-1992), Taufiq pernah diminta menjadi Kadis Kesehatan tingkat kabupaten.

Tawaran menggiurkan ini tentu bukan tanpa alasan.

Meski baru sekitar setengah dasawarsa mengabdi, di tempat barunya ternyata Taufiq telah gemilang mengukir prestasi.

Tidak tanggung-tanggung. Pada 1991 tepatnya, ia menyabet dua penghargaan sekaligus: Dokter Teladan Pertama Tingkat Kabupaten Barito Utara dan Dokter Teladan Kedua Tingkat Provinsi Kalteng.

Taufiq memang bukan manusia jenis kacang lupa kulitnya.

Sekalipun kesempatan emas membentang, tak ragu ia buang saat nurani menentang. Pria yang selalu menyabet juara satu saat sekolah ini merasa tanah kelahirannya telah memberi nikmat berlimpah.

Halaman
1234
Editor: Sigit Sugiharto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved