MTPJ HUT Ke 74 Proklamasi

MENJABARKAN TRILOGI PEMBANGUNAN JEMAAT - “Kemerdekan yang Saling Membebaskan”

Kita bersyukur kepada Tuhan Allah Pencipta langit dan bumi karena hari ini kita merayakan Hari Ulang Tahun ke-74 kemerdekaan Republik Indonesia

MENJABARKAN TRILOGI PEMBANGUNAN JEMAAT - “Kemerdekan yang Saling Membebaskan”
Netralnews.com
Alkitab 

TEMA:“Kemerdekan yang Saling Membebaskan”
BACAAN ALKITAB : Ulangan 15:12-18

Saudara-saudara yang kekasih,

Kita bersyukur kepada Tuhan Allah Pencipta langit dan bumi karena hari ini kita merayakan Hari Ulang Tahun ke-74  kemerdekaan Republik Indonesia. Kemerdekaan Indonesia  tidaklah  mudah  di Proklamirkan  oleh Sukarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945. Hal ini terjadi melalui perjuangan para Pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raganya supaya  Indonesia  tidak lagi diperbudak dan dijajah oleh bangsa  lain.

Renungan
Renungan (WWW.THOUGHTCO.COM)

Dalam suasana kemeriahan kemerderkaan ini, kita diperhadapkan dengan pembacaan Alkitab Ulangan 15:12-18  dimana umat Israel diberikan kesempatan untuk penghapusan hutang dan pembebasan budak yang walaupun hal ini bukanlah suatu perkara yang gampang untuk dilakukan.

Budak yang telah bekerja dalam lingkungan sebangsanya selama enam tahun harus dibebaskan dan tidak boleh pulang dengan tangan kosong.  Bangsa Israel tidak diperbolehkan melepaskan budak-budak mereka tanpa perbekalan yang memadai (ay 12-13). 

Kasih akan sesama (bnd Imamat 19:18) menuntut bangsa Israel  memberikan  makanan  yang cukup  kepada mereka sehingga mereka bisa bertahan hidup sampai mereka mendapatkan pekerjaan baru. 

Kemurahan hati yang Tuhan berikan kepada bangsa Israel hendaknya dipraktekkan kepada budak dengan memberikan mereka kambing domba, gandum dan anggur sebagai bentuk penghargaan sehingga kebutuhan mereka harus terpenuhi (ay 14).

Pada waktu pembebasan budak, tuan dituntut memberikan perlengkapan yang layak agar hambanya dapat mulai hidup baru. Waktu enam tahun adalah waktu yang cukup untuk membayar hutang mereka pada orang yang memperbudak mereka.

Biasanya orang jadi budak karena hutang.  Hal  ini sebenarnya mengingatkan bangsa Israel yang pernah mengalami perbudakan dengan penderitaan yang sangat luar biasa di tanah Mesir, tapi dengan kemurahan Tuhan mereka boleh dibebaskan  dan keluar dari sana (ay 15).

Musa yang dipakai oleh Tuhan untuk memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir menuju ke tanah yang sudah dijanjikan Tuhan, walau ia hanya sampai di gunung Nebo untuk memandang tanah yang dijanjikan Tuhan kepada umat Israel. 

Halaman
12
Editor: Aswin_Lumintang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved