Smart Woman

Imelda Judit Tandako, ST: Menjadi Female Leader, Siap Bayar Harga

Menjadi seorang leader, terutama female leader di operasional pabrik, merupakan sebuah tantangan yang begitu dinikmati Imelda Judit Tandako, ST.

Imelda Judit Tandako, ST: Menjadi Female Leader, Siap Bayar Harga
TRIBUNMANADO/VANNY NANGOY
Plant Manager PT Cargill Indonesia Amurang, Imelda Judit Tandako, ST. 

Menjadi seorang leader, terutama female leader di operasional pabrik, merupakan sebuah tantangan yang begitu dinikmati Imelda Judit Tandako, ST.

PLANT Manager di PT Cargill Indonesia Amurang ini mengaku sangat bersyukur bisa dipercayakan menjadi seorang leader wanita di perusahaan, yang pada aplikasinya harus mengatur dan membawahi banyak pria di dalam tim.

“Akhirnya bisa sampai di posisi ini, tentunya memang background studi saya juga latar belakangnya dari chemical engineering. Saya sebelumnya sudah lebih dari 8 tahun bergabung di industri sepatu di Surabaya. Jadi pengalaman sebelumnya itu juga dibawa kesini, walaupun industrinya sangat berbeda.”

Plant Manager PT Cargill Indonesia Amurang, Imelda Judit Tandako, ST.
Plant Manager PT Cargill Indonesia Amurang, Imelda Judit Tandako, ST. (ISTIMEWA)

Mengenai posisinya sebagai seorang wanita yang memang jarang di bidang ini yaitu indsutri, memang menjadi satu tantangan tersendiri bagi wanita kelahiran Manado 2 Juli 1974 ini.

“Tetapi karena mungkin sudah dari latar belakang studi, sekolah, cukup membantu saya bisa lebih mudah untuk beradaptasi.”

Sejak bekerja di pabrik yang pertama, Imelda mengaku harus memimpin kaum pria, dengan umur dan masa kerja jauh lebih lama darinya. Tetapi itu semua diakui menjadi sarana baginya untuk mengasah softskill.

Plant Manager PT Cargill Indonesia Amurang, Imelda Judit Tandako, ST.
Plant Manager PT Cargill Indonesia Amurang, Imelda Judit Tandako, ST. (TRIBUNMANADO/VANNY NANGOY)

Menurutnya, untuk membuat seorang dipercaya oleh perusahaan menjadi pemimpin, ternyata ada dua hal yang dinilai, yaitu hardskill dan softskill.

“Itu memang umum, dan itu yang menjadi dasar penilaian kesiapan dan kematangan kita untuk memegang satu kepercayaan. Softskill tentunya perlu dipelajari melalui pengalaman-pengalaman hidup kita.”

Istri dari Bambang Wijaya, SE ini melihat semuanya sebagai modal yang sangat kuat bagi kaum wanita untuk bisa memimpin.

Menurutnya di dunia kerja itu prinsip yang dijalankan adalah profesionalisme, tidak membeda-bedakan gender. “Tetapi kenapa wanita selalu jadi sorotan, karena memang masih jarang. Mungkin karena terbawa anggapan atau perasan bahwa kita kaum wanita adalah kaum yang lemah.”

Halaman
123
Penulis: Fransiska_Noel
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved