Perhatikan Penyebab hingga Dampak Janin Berposisi Melintang Ini

Agar tak melahirkan bayi melintang hingga dioperasi caesar, Moms bisa sering-sering memeriksakan kondisi bayi sesuai anjuran dokter ya.

Perhatikan Penyebab hingga Dampak Janin Berposisi Melintang Ini
PIXABAY.COM
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setiap perempuan pasti ingin bayi mereka lahir dengan selamat dan tak ingin dioperasi caesar karena melahirkan bayi melintang.

Agar tak melahirkan bayi melintang hingga dioperasi caesar, Moms bisa sering-sering memeriksakan kondisi bayi sesuai anjuran dokter ya.

Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan agar posisi bayi tak melintang menjelang persalinan sehingga menghindari melahirkan bayi melintang.

Namun, sebelumnya lebih baik ketahui dulu yuk Moms apa sebenarnya penyebab dari bayi berposisi melintang saat kehamilan.

Melansir dari Momjunction, biasanya, bayi duduk dalam satu posisi antara minggu ke-32 dan ke-36 kehamilan.

Dalam beberapa kasus, bayi secara alami dapat mencapai posisi berbaring melintang, alasannya bisa karena: 

1. Kelebihan cairan ketuban

Salah satu alasan mengapa bayi melintang di dalam rahim bisa jadi karena terlalu banyak cairan ketuban di dalam rahim bisa meningkatkan kemungkinan malposisi janin.

Tingkat rata-rata cairan ketuban adalah 800ml pada minggu ke-34. Namun, harus 600ml ketika bayi dikembangkan.

Kalau tidak, bayi bisa bergerak ke samping dan masuk ke posisi berbaring melintang

Halaman
12
Editor: Rine Araro
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved