Melahirkan dengan Induksi Sebabkan Kontraksi yang Lebih Menyakitkan?

Melahirkan dengan induksi memang dilakukan ketika keadaan terdesak, demi keselamatan bayi dan Moms sendiri.

Melahirkan dengan Induksi Sebabkan Kontraksi yang Lebih Menyakitkan?
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Moms, tentunya saat melahirkan kita mengharapkan prosesnya terjadi normal dan alami, tetapi ada kalanya kita mesti menerima jika harus melahirkan dengan induksi.

Melahirkan dengan induksi memang dilakukan ketika keadaan terdesak, demi keselamatan bayi dan Moms sendiri.

Tentunya jika Moms harus melahirkan dengan induksi, ada perbedaannya dengan proses melahirkan normal alami.

Melansir Mayo Clinic, melahirkan secara induksi berarti Moms mendapatkan stimulasi agar rahim mengalami kontraksi sebelum persalinan alami berlangsung, biasanya dengan obat-obatan tertentu.

Pada dasarnya induksi dilakukan untuk merangsang kontraksi sehingga tubuh dapat melahirkan normal lebih cepat.

Namun tak sembarangan induksi ini dilakukan, sebab biasanya wanita dengan masalah medis tertentu yang akan diinduksi proses persalinannya.

Induksi dilakukan terutama ketika masalah medis tersebut dapat mengancam keselamatan bayi maupun ibu yang mengandungnya.

Risiko persalinan dengan induksi sebenarnya kecil, lebih besar keuntungan yang didapatkan.

Induksi umumnya dianjurkan Jika air ketuban Moms telah pecah tetapi Moms belum merasakan kontraksi.

Risiko infeksi meningkat ketika air ketuban telah pecah lebih dari satu hari dan belum bersalin.

Halaman
12
Editor: Rine Araro
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved