News

Beli Sabu dari Lapas, Kelabui Pakai Modus Helm Ojek Online Terjadi di Manado

"Setelah dimintai keterangan, tersangka mengaku bahwa narkotika jenis sabu tersebut dibeli dari lelaki berinisial IC

Beli Sabu dari Lapas, Kelabui Pakai Modus Helm Ojek Online Terjadi di Manado
Web
Ilustrasi Helm Ojek Online 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Isu peredaran narkoba dari dalam penjara bukanlah informasi bohong.

Hal itu justru dibenarkan oleh YA alias Anto yang ditangkap Tim Opsnal Direktorat Resnarkoba Polda Sulut karena mengedarkan narkoba jenis sabu.

Tim Dit Resnarkoba yang dipimpin Komisaris Elia Maramis menangkap pria 39 tahun itu pada Kamis (8/8/2019) pekan lalu. Ia kemudian dihadirkan dalam rilis kasus di Mapolda, Selasa (13/8).

Anto, warga Lingkungan II Kelurahan Tuminting, Kecamatan Tuminting, Manado, sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia mengenakan rompi jingga saat dihadirkan di depan awak media. Dalam rilis kasus itu ia mengakui perbuatannya.

"Berdasarkan informasi masyarakat bahwa tersangka sering mengedarkan dan mengonsumsi narkotika jenis sabu. Tim kemudian melakukan penyelidikan hingga pada tanggal 8 Agustus sekira pukul 14.30 Wita, tim berhasil mengamankan dia di lobi Hotel Delta," terang Direktur Narkoba Polda Sulut Komisaris Besar Eko Wagianto.

Dari tangannya polisi mendapati barang bukti dua paket kecil sabu dengan berat bersih 0,47 gram. Paket sabu itu ia selipkan di dalam helm ojek daring (online) yang ia kenakan.

"Setelah dimintai keterangan, tersangka mengaku bahwa narkotika jenis sabu tersebut dibeli dari lelaki berinisial IC yang berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan Tuminting dengan harga Rp 2,1 juta," jelas Wagianto.

Pembelian narkoba tersebut dilakukan dengan transfer uang terlebih dahulu. Dari situ paket narkoba kemudian dibawa ke lokasi yang sudah ditentukan, disimpan di bawah pot bunga di depan Hotel Kawanua, Jalan Sudirman. Setelah itu tersangka dan mengambil paket.

"Tersangka ini sudah ke ua kali tertangkap dalam kasus narkoba," kata Wagianto.

Anto yang dihadirkan dan mendengarkan keterangan itu hanya tertunduk. Ia akhirnya mengakui keterlibatannya dalam peredaran narkoba.

"Ada teman di dalam (lapas) minta tolong ambil narkoba, kemudian saya antar ke Hotel Delta," kata dia. (fer)

Kasus Narkoba

* Anto memakai dan mengedarkan sabu
* Ia mendapatkan sabu dari napi lapas
* Sabu dihargai Rp 2,1 juta
* Sabu diperoleh setelah ada transfer uang
* Sabu disimpan di bawah pot bunga di hotel
* Anto kemudian datang mengambil

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved