Lifestyle
Polusi Udara Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Susah Hamil
Sebuah studi terbaru menemukan bahwa polusi udara bisa secara langsung berdampak pada kesuburan wanita
TRIBUNMANADO.CO.ID - Polusi udara ternyata juga berdampak pada kesuburan, tak hanya pada kesehatan pernapasan.
Sebuah studi terbaru menemukan bahwa polusi udara bisa secara langsung berdampak pada kesuburan wanita.
Demikian Professor Simon Fishel, pendiri dan presiden CARE Fertility.
Studi dari University of Modena di Italia itu mengamati pengukuran terhadap 1.318 wanita.
Kesimpulan studi menyebutkan, polusi udara menurunkan aktivitas indung telur wanita, namun tidak secara spesifik meneliti dampak polusi udara terhadap kesuburan.
Meski begitu, peneliti studi menemukan level hormon anti-mullerian atau AMH pada wanita yang tinggal di daerah berpolusi cenderung lebih rendah.
AMH bisa memberikan indikasi cadangan indung telur wanita karena hormon ini dilepaskan oleh sel-sel di ovarium.
Para ilmuwan juga menemukan bahwa kadar AMH turun secara alami seiring bertambahnya usia untuk wanita di atas 25 tahun. Seiring usia, tingkat kesuburan wanita memang menurun.
BERITA POPULER
Baca: Pernah Mimpi Bertemu Ular? Awas Ada Orang di Dekat Kita yang Punya Maksud Tidak Baik
Baca: Ketika Anak Ruben Onsu Mau Tabrak Sarwendah Sampai Mati, Ternyata Disuruh Pria yang Thalia Tunjuk
Baca: Rocky Gerung Akui Kehebatan Adiknya Grevo Gerung: Dunia Mengapresiasinya
Substansi racun bisa merusak ritme tersebut atau merusak mekanisme kontrol pada sel dengan cara merusak gen sebenarnya atau keseluruhan fungsi sel.
Beberapa studi sudah menunjukkan bahwa polutan bisa menyebabkan pengurangan sel telur, perkembangan telur, jumlah dan kualitas telur yang diambil, lapisan rahim, serta pembuahan telur dan kualitas embrio.
Hal ini tentu menjadi kabar buruk bagi wanita di usia subur yang sedang ingin segera memiliki momongan.
Agar polusi tak mengganggu kesuburan
Peran pemerintah sangat besar untuk mengatasi masalah kualitas udara, misalnya memberlakukan aturan atau memberi subsidi mobil listrik sebagai pengganti mobil tenaga bahan bakar.
Fishel juga merekomendasikan setiap individu untuk lebih peduli terhadap racun-racun di lingkungan sekitar dan menyarankan masyarakat untuk mulai mengkonsumsi tanaman organik.
Faktor penting lainnya yang memengaruhi kesuburan tentu saja adalah usia, baik pada pria maupun wanita.
"Namun, ada banyak faktornya. Seperti keseimbangan hormon dan kecenderungan genetik untuk masalah struktural dalam organ reproduksi," katanya.
Fishel mengatakan klinik kesuburan tidak secara spesifik mengukur tingkat polutan dalam sistem organ pasien. Oleh karena itu, jika kamu khawatir dengan kesuburan atau mengalami kesulitan untuk hamil, klinik kesuburan dapat membantu mengukur cadangan ovarium dan jumlah sperma untuk memberikan pasien gambaran yang lebih jelas.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polusi Udara Tingkatkan Risiko Susah Hamil", https://lifestyle.kompas.com/read/2019/08/12/173500220/polusi-udara-tingkatkan-risiko-susah-hamil
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/polusi-udara2222_20150817_091004.jpg)