Ini Kesaksian Aipda Chandra Saat Pertama Kali Buka Koper Berisi Tubuh Fera

Tim Inafis mencium bau busuk yang begitu menyengat dari depan kamar 06 di lantai tempat korban menginap.

Ini Kesaksian Aipda Chandra Saat Pertama Kali Buka Koper Berisi Tubuh Fera
Kolase foto M Fajri/Tribunnews
Vera Oktaria dan Prada DP 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sidang kasus pembunuhan serta mutilasi pacarnya sendiri Fera Oktaria (21) kembali digelar, Selasa (13/8/2010).

Dalam sidang kali ini, oditur atau jaksa militer Mayor D Butar Butar menghadirkan saksi fakta dari tim Inafis Polres Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.

Saksi yang dihadirkan adalah Kepala Urusan Identifikasi Satuan Reserse Kriminal Polres Muba Aipda Chandra Kartika. Chandra yang menjadi saksi ke-13 menjelaskan, pada 10 Mei 2019 sekitar pukul 10.00 WIB ia mendapatkan permintaan dari penyidik Polsek Sungai Lilin untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) karena ada penemuan mayat.

Setelah itu, pada pukul 16.00 WIB Chandra bersama tim tiba di penginapan Sahabat Mulya untuk melakukan olah TKP. Sesampainya di lokasi, tim Inafis mencium bau busuk yang begitu menyengat dari depan kamar 06 di lantai tempat korban menginap.

"Ketika dilakukan pengamatan di kamar, bau busuknya semakin menyengat. Ada dua springbed yang dijadikan satu, posisinya berdiri," kata Chandra.

Selanjutnya, di atas kasur, tim Inafis melihat koper dan tas yang berantakan. Setelah itu, terlihat lutut korban keluar dari kasur yang lebih dulu telah dirobek membentuk huruf H. Saat dibuka, petugas menemukan jenazah seorang perempuan dalam kondisi membusuk dengan potongan tubuh tanpa mengenakan busana.

"Sebagian kulit sudah mengelupas, badan sudah bengkak," kata Chandra. Di dalam kamar terdapat kantong plastik berisi jeruk serta jajanan berupa sate. Selain itu, sekitar 1 meter dari kepala korban ditemukan obat nyamuk yang tidak utuh dan dililitkan dengan batang korek dalam jumlah banyak.

"Racun nyamuk dirangkai, kemungkinan untuk membakar korban," ujar Chandra. Pengecekan TKP kembali dilakukan dengan memeriksa kamar mandi di ruangan tersebut. Menurut Chandra, kondisi kamar seluruhnya telah dalam keadaan rapi. Ditemukan tetesan darah dalam jumlah yang sedikit.

"Salah satu koper kami buka, ada kantong plastik warna putih agak lebar. Di dalam koper ada tangkai gagang gergaji dan gergaji dalam keadaan patah," kata Chandra. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Polisi Saat Pertama Kali Melihat Kondisi Fera yang Dimutilasi Prada DP", https://regional.kompas.com/read/2019/08/13/12592691/cerita-polisi-saat-pertama-kali-melihat-kondisi-fera-yang-dimutilasi-prada?page=all

Editor: Charles_Komaling
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved