Tajuk Tamu

Sainul Hermawan : Krisis Keterampilan Berbahasa Indonesia

Ada empat ranah keterampilan berbahasa, yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

Sainul Hermawan : Krisis Keterampilan Berbahasa Indonesia
ilustrasi (www.ft.com)
ilustrasi Membaca buku 

Oleh:

Sainul Hermawan
Staf Pengajar FKIP ULM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mari kita pikirkan kembali pribahasa “bahasa menunjukkan bangsa” yang berarti bahwa baik atau buruk sifat dan tabiat orang dapat dilihat dari tutur kata atau bahasanya.

Dengan demikian, bahasa merupakan indikator penting bagi martabat seseorang, sekelompok orang, lembaga, organisasi, partai, ataupun bangsa.

Jika kita ingin melihat kualitas manusia dari sebuah masyarakat, tengok saja keterampilan bahasa masyarakat tersebut.

Ada empat ranah keterampilan berbahasa, yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

Menyimak berbeda dari mendengar. Untuk menjadi penyimak yang baik, orang memerlukan latihan seperti halnya latihan untuk menguasai keterampilan bahasa yang lain.

Penyimak yang baik harus memiliki perangkat pemahaman leksikal, gramatikal, semantik, dan pragmatik yang baik. Perangkat ini pun diperlukan untuk keterampilan berbahasa yang lain.

Tanpa perangkat tersebut, orang akan kesulitan memberikan respons yang tepat dalam komunikasi yang efektif.

Demikian pula dengan berbicara. Keterampilan ini bukan semata bicara soal kemampuan seseorang menghasilkan suara.

Halaman
1234
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved