Berita Minsel

Musim Kemarau, Petani Jagung Asal Minsel Ini Merugi Sampai Rp 15 Juta

Musim kemarau panjang yang melanda sebagian wilayah di tanah air termasuk Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) memberi dampak buruk bagi petani jagung

Musim Kemarau, Petani Jagung Asal Minsel Ini Merugi Sampai Rp 15 Juta
Tribun manado / Andrew Pattymahu
Lahan jagung di Minsel mengering karena musim kemarau 

Musim Kemarau, Petani Jagung Asal Minsel Ini Merugi Sampai Rp 15 Juta

TRIBUNMANADO.CO.ID - Musim kemarau panjang yang melanda sebagian wilayah di tanah air termasuk Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) memberi dampak buruk bagi petani jagung.

Dari pantauan di sejumlah lokasi kebun jagung di Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minsel, kekeringan tanaman jagung terlihat di Desa Sulu, Paslaten, Pasalaten Satu, Wowawa sampai Popareng.

Tanaman jagung sudah tak tampak hijau lagi tapi berwarna emas kecoklatan yang menandakan sudah kering.

Tamura Watung, Warga Desa Sulu, Senin (12/8/2019) mengutarakan penyebab kekeringan karena beberapa anak sungai di Kecamatan Tatapaan juga mengering.

"Sungai-sungai ini biasanya menjadi tempat petani mengambil air untuk kebun jagungnya," ucap dia.

Jika pada musim penghujan, tanaman jagung tak bakal kering dan petani bisa segera memanen hasilnya.

BERITA POPULER:

> Viral, Daftar Menteri Kabinet Kerja Jilid II Ditetapkan Jokowi, Ganjar Pranowo jadi Mendagri

> Kepala Kepolisian Sektor Dikeroyok 20 Penjahat dan Alami Luka, Satu Tersangka Ditembak dan Meninggal

> Rocky Gerung Akui Kehebatan Adiknya Grevo Gerung: Dunia Mengapresiasinya

"Di Tatapaan jika musim hujan pasokan air memang sangat melimpah pada beberapa anak sungai," ucapnya.

Dolvie Mangindaan, petani jagung di Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Tikir mengutarakan akibat musim kemarau ini dia merugi Rp 12 sampai Rp 15 juta.

Halaman
12
Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved