Merasa Dibohongi Selingkuhannya, Pria Asal Klaten Ini Teror Pakai Bom Petasan 

Dia (Rubiyem) pernah bilang pilih hidup dengan saya. Tetapi kok sekarang dia rujuk lagi dengan suaminya.

Merasa Dibohongi Selingkuhannya, Pria Asal Klaten Ini Teror Pakai Bom Petasan 
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi petasan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Marah terhadap Rubiyem, selingkuhannya, Bambang Muldoko (41), pria asal Klaten melakukan aksi teror peledakan petasan.

Aksi teror dilakukan tiga kali di kediaman Sigit Purwanto, suami sah Rubiyem di kawasan Kecamatan Kalikotes, Klaten.

Diketahui, aksi teror itu dipicu sakit hati berlatang belakang perselingkuhan. Pasalnya, Bambang telah meninggalkan istri dan dua anaknya di Jakarta demi memenuhi keinginan sang wanita selingkuhannya.

Pengorbanannya menjadi sia-sia setelah Rubiyem memutuskan untuk tak melanjutkan perselingkuhan tersebut dan memilih tetap tinggal bersama suami dan dua anaknya di Klaten.

Perselingkuhan itu terjadi saat reuni sekolah, jauh hari sebelum perayaan Idul Fitri 2019, usai reuni sekolah, hubungan keduanya pun semakin intim hingga berjanji untuk meninggalkan keluarga masing-masing.

"Dia (Rubiyem) pernah bilang pilih hidup dengan saya. Saya disuruh kembali ke Klaten. Tetapi kok sekarang dia rujuk lagi dengan suaminya. Padahal saya sudah mengakhiri hubungan dengan istri," ujarnya saat konferensi pers di Mapolres Klaten, Kamis (8/8/2019).

Aksi teror yang dilakukan Bambang dengan memanfaatkan sisa petasan yang dibelinya saat perayaan malam takbiran lalu. "Saya beli petasan harganya Rp 120 ribu, masih ada. Tidak jadi saya ledakkan, karena waktu itu bapak saya sakit jantung. Akhirnya hanya saya simpan untuk teror itu," ucapnya sembari menundukkan kepala.

Bambang merakit alat itu menggunakan potongan pipa paralon, paku usuk dan obat petasan. "Pakai paku biar pas meledak kena jendela kaca sampai pecah. Supaya mereka semakin takut," ujarnya.

Saat beraksi, Bambang melemparkan sebuah petasan yang diikat dengan 20 buah paku usuk, petasan itu meledak kencang tepat di atap teras rumah Sigit.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Dicky Hermansyah mengatakan, rekan Bambang dibebaskan karena terbukti tidak bersalah. "Dia tidak tahu saat diajak melakukan teror itu. Sehingga kami tetapkan seorang tersangka saja," katanya.

Menurut Dicky, Bambang ditangkap sejumlah anggota Satreskrim Polres Klaten, kurang dari 24 jam. Dia juga ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke bui setelah melalui proses penyidikan.

"Barang bukti yang sudah kami dapat dari tersangka itu ada jaket jins warna biru dan korek gas biru. Itu pakaian yang digunakan tersangka saat beraksi. Lalu barang bukti dari korban berupa piranti bahan peledak yang sebelumnya ditemukan," kata Kapolres Klaten AKBP Aries Andi, saat konferensi pers di mapolres setempat,

Modus tersangka, sambungnya, adalah permasalahan asmara. Bambang mengaku ada hubungan dekat Rubiyem, istri Sigit Purwanto. "Intinya tersangka ini tidak terima, karena merasa sudah dipermainkan perasaannya. Sehingga muncul niatan jahat untuk mengganggu keluarga pelapor menggunakan petasan," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tinggalkan Istri dan 2 Anak demi Selingkuhan, Pria Ini Malah Dikecewakan hingga Lakukan Aksi Teror", https://regional.kompas.com/read/2019/08/10/14493441/tinggalkan-istri-dan-2-anak-demi-selingkuhan-pria-ini-malah-dikecewakan?page=all

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved