News

Sebar Hoaks di Medsos Soal Penculikan Anak, Mona Ditangkap Polisi

"Saya meminta maaf kepada semua orang yang dibuat rugi oleh postingan saya tentang dugaan ada penculikan anak."

Sebar Hoaks di Medsos Soal Penculikan Anak, Mona Ditangkap Polisi
TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW
Sebar hoaks di medsos soal adanya penculikan anak, Mona warga Roong Minahasa ditangkap personil Polres Minahasa, Rabu (7/8/2019) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - ML alias Mona (35) wanita asal Kelurahan Roong, Kecamatan Tondano Barat, Minahasa, Sulawesi Utara, tak menyangka postingannya di media sosial miliknya, akan berujung pada penangkapan oleh kepolisian.

Mona ditangkap Polres Minahasa, Selasa (7/8/2019). Sebelumnya, postingan Mona pada Jumat (2/8/2019) tentang adanya dugaan penculikan siswa SD tersebut, berdasarkan pengakuan dari para siswa dan kerabat siswa di sekolah tersebut, yang ternyata sedang merencanakan Prank kepada para guru di sekolah tersebut.

"Saya meminta maaf kepada semua orang yang dibuat rugi oleh postingan saya tentang dugaan ada penculikan anak di SD GMIM Tuutu, Tondano. Saya akui ternyata itu adalah hoaks. Untuk itu saya meminta maaf dan akan lebih hati-hati lagi menggunakan medsos," kata Mona sesaat setelah diciduk tim Polres Minahasa, Selasa (6/8/2019).

Postingan dari Mona yang membuatnya harus berurusan dengan polisi sendiri, ternyata berawal dari keinginan 2 orang siswa KM dan AR, untuk membuat 'Prank', dengan tujuan agar sekolah tersebut menjadi heboh, Jumat (2/8/2019).

Kedua orang siswa ini, membuat 'Prank' dengan menyebarkan informasi ada pria berkacamata yang menggunakan mobil pick up telah melakukan penculikan anak di sekolah tersebut saat pulang sekolah.

Akibatnya, beberapa siswa yang percaya dengan 'Prank' dari KM dan AR langsung melaporkan kejadian tersebut ke guru dan beberapa orang tua yang ada di sekitar sekolah, termasuk salah satunya MR alias Mona.

Mendapatkan info itu, Mona langsung memposting beritanya tanpa cek kebenarannya dulu dan langsung membuat heboh.

Sementara, pihak sekolah yang langsung melakukan pengecekan info tersebut ternyata tak mendapatkan adanya penculikan. Guru Syuli Watani bersama dengan penjaga sekolah bahkan sempat berlari-lari keluar sekolah untuk melihat apakah benar adanya penculikan.

Ternyata saat sampai di depan sekolah, pihak sekolah memang mendapati adanya mobil pick up, tetapi merupakan pedagang yang setiap hari mangkal di depan sekolah. Prank itu sendiri memang cukup membuat heboh masyarakat di Minahasa.

Sementara, Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK melalui Kasubbag Humas Iptu Ferdy Pelengkahu saat dikonfirmasi mengatakan pelaku penyebaran hoax sudah dimintakan keterangannya, termasuk dengan seluruh pihak yang terlibat dalam persoalan ini.

"Kasus ini memang cepat ditangani karena tentunya meresahkan. Pelaku penyebaran hoax sendiri sudah meminta maaf," kata Pelengkahu, Rabu (7/8/2019). (eas)

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved