Rupiah Kena Imbas Yuan: Diprediksi Melemah

Rupiah melanjutkan penguatan pada perdagangan, Kamis (8/8). Berdasarkan data Bloomberg, di pasar spot berada di level Rp14.213

Rupiah Kena Imbas Yuan: Diprediksi Melemah
AFP
Mata Uang Cina, Yuan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA – Rupiah melanjutkan penguatan pada perdagangan, Kamis (8/8). Berdasarkan data Bloomberg, di pasar spot berada di level Rp14.213 per dollar AS atau menguat tipis 0,08%.

Hal sama juga terjadi pada kurs referensi JISDOR yang mengalami penguatan 0,31% dan berada di Rp 14.231 per dollar AS.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan di akhir perdagangan ini mata uang global serentak mengalami penguatan, termasuk rupiah. Menurutnya hal ini disebabkan oleh tekanan pada yuan China yang mulai menurun.

Baca: Megawati Soekarnoputri Terpilih Lagi, Sudah Sekitar 20 Tahun Pimpin Partai Berlambang Banteng

“Kita lihat hari ini yuan China kembali menguat, sehingga ini yang menjadi driver utama yang berdampak positif pada penguatan mata uang di Asia,” ujar Josua.

Menurut Josua, yuan yang semakin stabil juga didorong oleh pernyataan bank sentral China. Berdasarkan pernyataan tersebut, pelemahan yuan tidak termasuk kebijakan yang ditempuh untuk menghadapi pengenaan tarif impor baru dari pemerintahan Amerika Serikat. Selain itu, Josua juga bilang saat ini isu perang dagang sedang mereda sementara waktu ini.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim. Ia mengatakan ada langkah bank sentral China untuk kembali menstabilkan mata uangnya demi menahan keluar arusnya modal ke luar negeri. Langkah inilah yang menjadi sentimen utama dalam penguatan rupiah hari ini.

Selain itu, Ibrahim juga mengatakan kembali ada harapan positif terkait isu perang dagang antara China dan AS. Hal tersebut tampak dari pernyataan penasihat ekonomi Gedung Putih Lawrence 'Larry' Kudlow yang mengatakan siap menerima delegasi China untuk berdiskusi di awal September.

Tak hanya itu, Ibrahim mengatakan harapan positif juga datang dari peninjauan kembali terhadap penetapan tarif impor baru jika diskusi di awal September tersebut membuahkan hasil.
Untuk pergerakan rupiah Jumat (9/8) hari ini, Josua dan Ibrahim memprediksi akan terjadi fluktuatif.

Baca: Peluang Olly Dondokambey Besar Masuk Slot Menteri Jatah PDIP

Namun demikian, Ibrahim memperkirakan rupiah akan ditutup melemah tipis.
Sedangkan, Josua memprediksi rupiah masih akan menguat tipis. Faktor mata uang yuan masih menjadi isu utama dalam pergerakan rupiah pada hari ini.

Selain faktor eksternal, faktor internal seperti Bank Indonesia (BI) yang akan merilis defisit transaksi berjalan turut memengaruhi pergerakan rupiah hari ini. Hal inilah yang menjadi penyebab Ibrahim memperkirakan rupiah akan ditutup melemah.

Bagi Josua, walaupun data defisit transaksi berjalan diperkirakan melebar, rupiah masih bisa menguat tipis jika tak terjadi pelebaran yang sangat besar terhadap data defisit transaksi berjalan. Ibrahim memprediksi rupiah pada akhir pekan akan berada di kisaran Rp14.175-Rp14.270 per dollar AS. Sedangkan Josua memperkirakan rupiah ada di level Rp14.150-Rp14.275 per dollar AS.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved