Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi Sulut Tumbuh 5, 48 Persen, Industri Pengolahan Malah Turun, Ini Alasannya
Ekonomi Sulut Tumbuh 5, 48 Persen, Industri Pengolahan Malah Turun, Ini Alasannya
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ekonomi Sulut di triwulan II 2019 tumbuh 5, 48 persen (YoY). Sementara, secara kumulatif, dibanding periode sama tahun lalu tumbuh 6, 02 persen.
Ada yang menarik dari kontribusi lapangan usaha Pertumbuhan Ekonomi Sulut triwulan II tahun ini.
Pertumbuhan didukung hampir semua lapangan usaha kecuali industri pengolahan dan jasa keuangan dan asuransi yang menurun. Masing-masing -4, 43 persen dan -7,92 persen.
Padahal, industri pengolahan selama ini jadi kontributor utama PE Sulut.
Sejalan dengan itu, dilihat dari sisi pengeluaran, PE Sulut terjadi di semua komponen kecuali komponen ekspor barang dan jasa yang menurun 8, 99 persen.
Dr Ateng Hartono, Kepala BPS Sulut bilang, hal ini tak lepas dari merosotnya harga komoditas pertanian perkebunan seperti kelapa dan cengkih.
Baca: Prabowo Gabung Pemerintah Demi Kepentingan Capres 2024, Pengamat: Megawati Sulit Menolak
Baca: Dokter Boyke: 40 Persen Perselingkuhan Terjadi karena Istri Mulai Menopause dan Tubuhnya Alami Ini
Baca: Enzo Blasteran Prancis-Indonesia Ingin Jadi Tentara Karena Terinspirasi Pertempuran Legendaris D-Day
Turunnya ekspor Sulut juga imbas dari fakta tadi. Sebagian besar ekspor Sulut didominasi produk berbasis kelapa dan perikanan.
"Harga kopra saat ini kurang bagus. Begitu juga cengkih. Karena itu, ekspor dari sektor ini relatif kurang," kata Ateng Hartono, Rabu (07/08/2019).
Menurut dia, ekspor bisa kembali terangkat jika dilakukan penambahan nilai komoditas. "Kita jangan lagi mengirimkan bahan mentah atau setengah jadi," katanya.
Kepala Kantor Perwakian BI Sulut, Arbonas Hutabarat mengatakan, pemerintah perlu mendorong peningkatan ekspor melalui diversifikasi produk.
"Jangan kita hanya kirim kopra saja. Turunnya ekspor karena permintaan komoditas di pasar internasional menurun. Dorong industri pengolahan dengan diversifikasi sehingga ada pertambahan nilai keekonomian," katanya.
Pertumbuhan Ekonomi Sulut Triwulan II 2019
#Tumbuh 5, 48 % (YoY)
#Tumbuh 5, 03 % (QtoQ)
#Tumbuh 6, 02 % (CtoC/kumulatif)
Pertumbuhan tertinggi
Sektor lapangan usaha
1. Administrasi Pemerintah 11, 48 %
2. Jasa Pendidikan 9, 56 %
3. Perdagangan 9, 24 %
Sektor Pengeluaran
1. Konsumsi Pemerintah 9, 78 %
2. Konsumsi Lembaga Non Profit Melayani Rumah Tangga 7, 07 %
3. Konsumsi Rumah Tangga 6, 07 %
Tonton:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kepala-bps-sulut-dr-ateng-hartono-menjelaskan-pertumbuhan-ekonomi.jpg)