Bayar Rp 2,5 Juta untuk Bisa ke Malaysia, Lewat ‘Jalan Tikus’ di Tengah Hutan

Petugas juga mengamankan pengurus lainya berinisial RH alias DY di Kampung Tua Pantai Nongsa.

Bayar Rp 2,5 Juta untuk Bisa ke Malaysia, Lewat ‘Jalan Tikus’ di Tengah Hutan
Tribunnews.com/Dok Polrestabes Medan
Ilustrasi: Imigran 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebanyak 21 Pekerja Migran Indonesia (PMI) diamankan tim Ditreskrimum Polda Kepri, Mereka diamakan saat hendak dikirim ke Malaysia melalui Teluk Mata Ikan, Nongsa, Batam,

Polisi juga mengamankan dua warga Nongsa, Batam yang hendak mengirim 21 migran itu. Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengatakan, diamankannya 21 pekerha migran itu berawal dari informasi masyarakat yang menginformasikan akan adanya pengiriman pekerga migran melalui jalur ilegal.

Kemudian dilakukan penyelidikan dan didapati 21 orang sedang berada di dalam hutan di daerah Kampung Tua Teluk Mata Ikan yang akan diberangkatkan ke Malaysia.

"Namun, tidak langsung ditangkap, akan tetapi terus dilakukan pemantauan karena personel belum melihat adanya pengurus atau orang yang ingin memberangkatkan 21 PMI tersebut," kata Erlangga di Mapolda Kepri, Rabu (7/8/2019).

Hingga akhirnya salah satu pengurus yang berinisial LFH alias FR menjemput PMI tersebut di dalam hutan. Saat itulah dilakukan penangkapan kepada tersangka LFH. Petugas juga mengamankan pengurus lainya berinisial RH alias DY di Kampung Tua Pantai Nongsa.

Polisi mengamankan barang bukti berupa boat pancung kayu yang akan digunakan untuk mengirim para PMI secara illegal ke Malaysia. "21 PMI kini sudah berada di rumah singgah Mapolda Kepri dan selanjutkan akan dipulangkan ke daerah asalnya melalui BP3TKI Tanjungpinang," jelas Erlangga.

Bayar Rp 2,5 juta Erlangga mengatakan, untuk bisa berangkat ke Malaysia, masing-masing PMI dikenakan biaya Rp 1,7 juta hingga Rp 2,5 juta tanpa melalui perusahaan penyalur PMI yang resmi. Mereka juga tidak dilengkapi dokumen persyaratan sebagai PMI yang resmi.

Dari 21 korban ini 12 adalah pria dan 9 wanita. 14 orang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan 7 Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain kapal cepat, polisi juga mengemankan sejumlah barang bukti berupa ponsel, mobil, tiga unit mesin tempel merek Yamaha 40 PK, paspor dan uang tunai Rp 1,7 juta yang disinyalir sebagai uang operasional. Kedua pelaku diancam Pasal 81 dan Pasal 83 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "21 Pekerja Migran Ilegal Bayar Rp 2,5 Juta untuk ke Malaysia, Disembunyikan di Hutan", https://regional.kompas.com/read/2019/08/07/13114531/21-pekerja-migran-ilegal-bayar-rp-25-juta-untuk-ke-malaysia-disembunyikan-di?page=all

Editor: Charles_Komaling
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved