Ternyata Melahirkan di Usia Kandungan 37 Minggu Berisiko Alami Kematian Lebih Besar

Mengutip dari Nakita.id, melahirkan di usia kandungan 37 minggu hingga 40 minggu merupakan cukup bulan untuk janin dilahirkan.

Ternyata Melahirkan di Usia Kandungan 37 Minggu Berisiko Alami Kematian Lebih Besar
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Banyak ibu hamil yang menganggap melahirkan di usia kandungan 37 minggu hingga 40 minggu adalah usia normal persalinan.

Mengutip dari Nakita.id, melahirkan di usia kandungan 37 minggu hingga 40 minggu merupakan cukup bulan untuk janin dilahirkan.

Karena memang biasanya, sebelum melahirkan di usia kandungan 37 minggu hingga 40 minggu, Moms sudah membentuk rangsangan-rangsangan dan kontraksi jelang persalinan.

Tapi siapa sangka, melahirkan di usia kandungan 37 minggu berisiko lebih besar dibandingkan melahirkan di usia 38--40 minggu, meski hanya berjarak satu minggu lho, Moms.

Mengutip dari Kompas.com, Alan Fleischman, seorang direktur medis dan peneliti mengatakan bila mempercepat persalinan merupakan tindakan yang salah.

"Selama ini kita mengira di usia 37-41 minggu bayi sama kondisinya, ternyata berbeda. Kehamilan adalah sebuah proses kesatuan, karena itu mempercepat persalinan tanpa alasan medis yang kuat adalah kesalahan," kata Alan Fleischman.

Dalam penelitian yang ia pimpin di Nationali Institute of Health, the March of Dimes dan U.S Food and Drug Administration menganalisis angka harapan hidup para bayi yang lahir pada minggu ke-37 hingga 40 minggu.

Penelitiannya menunjukkan bila bayi yang lahir pada minggu ke-37 atau 38 bulan sebenarnya dianggap sudah cukup.

Kendati demikian, penelitian menunjukkan bila bayi yang lahir pada usia 37 tahun memiliki risiko kematian dua kali lebih besar dibandingkan bayi yang lahir usia 40 minggu.

Menggunakan data statistik tahun 2006, para peneliti menemukan mortalitas bayi yang lahir 37 minggu adalah 3,9 per 1.000 kelahiran hidup, lebih tinggi dibanding 1,9 per 1.000 kelahiran hidup pada bayi yang lahir di minggu ke-40.

"Angka kematian adalah puncak gunung es, sehingga mungkin lebih banyak bayi yang tetap hidup tapi menderita sakit dan membutuhkan perawatan intensif yang sebetulnya tidak diperlukan jika mereka lahir dua minggu lebih lama," kata Fleischman.

Memang ada beberapa kondisi dengan alasan medis yang mengharuskan bayi dilahirkan lebih awal, namun penelitian tersebut menyoroti pentingnya menunda persalinan agar bayi dilahirkan minimal di usia 39 tahun.

Meski tidak terlalu berbahaya dibandingkan bayi yang lahir prematur, namun Fleischman menyebutkan bayi yang lahir di usia 37 minggu lebih beresiko menderita gangguan pernapasan.

Selain itu, bayi juga berisiko tinggi mengalami kadar bilirubin tinggi sehingga bayi kuning atau tekanan darah rendah.

Editor: Rine Araro
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved