News

Pengamat: Tantangan PDIP di 2024 Cari Pengganti Jokowi

"Saya belum melihat sosok atau figur yang nantinya bisa menggantikan Jokowi."

Pengamat: Tantangan PDIP di 2024 Cari Pengganti Jokowi
Youtube.com
Jokowi dan Megawati -PDIP 

Widodo (Jokowi) untuk berlaga dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Menurut Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Pangi Syarwi Chaniago, belum adanya sosok pengganti Jokowi di tubuh PDI-P akan menjadi tantangan serius bagi partai berlambang banteng itu.

"Saya belum melihat sosok atau figur yang nantinya bisa menggantikan Jokowi. Partai butuh figur sentral sehingga kesuksesan Jokowi punya keterikatan politik pada partai," ujar Pangi, Minggu (4/8/2019).

Menurut dia, partai tanpa sosok atau figur merupakan suatu keniscayaan. Tak mengherankan jika partai sangat membutuhkan figur sentral.

Ia mengatakan, walau Megawati Soekarnoputri sangat identik dengan PDI-P maupun sebaliknya, akan tetapi figur baru tetap dibutuhkan untuk bisa menjadi coat tail effect yang mendongkrak elektabilitas partai.

"Tak bisa dinafikan, naiknya suara dan menangnya PDI-P berturut-turut pada Pemilu 2014 dan 2019 tak bisa dilepaskan dari pengaruh Jokowi," kata dia.

"Suksesnya Jokowi otomatis suksesnya PDI-P, keberhasilan pemerintah adalah keberhasilan PDI-P," lanjut dia.
Namun, menurut dia, apabila pada 2024 mendatang PDI-P belum menemukan figurnya, tidak menutup kemungkinan partai tersebut akan mengalami hal yang sama dengan Partai Demokrat yang tak memiliki figur pengganti SBY.

PDI-P sendiri dalam waktu dekat akan menggelar kongres-nya yang kelima di Bali. Dalam kongres tersebut, PDI-P akan menyusun strategi untuk dapat memenangkan kembali pemilu pada 2024 mendatang.

"Untuk 2024, akan kami persiapkan dengan sebaik-baiknya dan rakyat yang akan menentukan," ujar Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto pada Sabtu (3/8/2019).

Target PDI-P pada Pemilu 2024 nanti disebutkan Hasto adalah untuk mencetak hattrick kemenangan dengan meraih kembali suara terbanyak.

Oleh karena itu, strategi untuk melakukan itu semua akan mulai dibahas dalam kongres kelima yang akan digelar pada 8-11 Agustus tersebut. (kps)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved