Sekali Jual Obat Keras, Arman Untung Rp 7 Juta

Berdasarkan pengakuan tersangka, membeli paket obat keras ini berfaritiatif mulai dari 1.000 sampai 3 ribu butir sekali pesan senilai Rp 1,5 juta.

Sekali Jual Obat Keras, Arman Untung Rp 7 Juta
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Tersangka Arman pria yang ditangkap karena diduga mengedarkan obat keras sedang diperiksa penyidik Satres Narkoba Polres Bitung, Rabu (31/7/2019) 

Sekali Jual Obat Keras, Arman Untung Rp 7 Juta 

Laporan wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG -  Satres Narkoba Polres Bitung melansir pengungkapan dan penangkapan tindak pidana penyelahgunaan dan peredaran Narkoba obat keras, jenis Trihexyphenidyl beberapa waktu lalu merupakan jumlah paling besar dari kasus sebelumnya.

Menurut Kapolres Bitung AKBP Stefanus M Tamuntuan, kasus obat keras jenis Trihexyphenidyl dari tangan tersangka AD alias Arman warga Kelurahan Wawonasa Tengah Kecamatan Singkil Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara diperoleh 2.030 butir.

“Ini pengungkapan dan penangkapan tersangka obat keras untuk tahun 2019 yang paling banyak. Sebelumnya enam bulan lalu sekitar bulan November 2018 delapan orang bandarnya diantaranya oma-oma dengan barang bukti 800 butir dengan modus operandi sama dengan yang dilakukan Arman Cs," tutur Kapolres melalui AKP Frelly Sumampouw Kasat Narkoba Polres Bitung kepada Tribunmanado.co.id, Rabu (31/7/2019).

Kasus ini diungkap Satres Narkoba Polres Bitung pada Kamis (25/7/2019), awalnya tim opsnal Sat Narkoba Polres Bitung menangkap pria Samsuldin warga Sindulang di Bitung, kemudian dalam pengembangan menangkap Ricky Napu di Sindulang, Takdir di Maasing dan di Wawonasa ada tersangka Arman.

Berdasarkan pengakuan tersangka, membeli paket obat keras ini berfaritiatif mulai dari 1.000 sampai 3 ribu butir sekali pesan senilai Rp 1,5 juta per 1.000 butir.

Arman dalam keterangannya kepada penyidik Satres Narkoba Polres Bitung mengaku tergiur dengan bisnis haram ini karena bisa meraup keuntungan jutaan rupiah.

"Ini sudah kedua kalinya saya berurusan dengan polisi dan masuk penjara, pertama ditangkap polisi karena kasus penganiayaan saya dan ayah mantu terlibat kasus perkelahian," aku Arman.

Lanjutnya, dari 1.000 butir obat keras yang dibeli dari bandar di Surabaya dikirim melalui jasa pengiriman.

Dan penjualannya dari 1.000 butir itu dipecah ke beberapa bagian atau disebut satu papan berisi ratusan butir, harga satu strip Rp 50 ribu.

Arman mengaku setiap pemesanan ribuan obat keras dibandrol dengan harga tidak menentu oleh sang bandar.

"Kadang Rp 1,5 juta kadang Rp 1,75 juta. Tidak menentu. Saya pesan kalau barang sudah habis, kadang masih ada sisa belum terjual," tandasnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, tim Opsnal Satres Narkoba Polres Bitung dibawah pimpinan Ipda Petrus Katiandhago mengamankan empat orang pria yang kedapatan memiliki obat keras pada Kamis (25/7/2019). Mereka adalah SA (21), RN (22), TB (24) dan AD (25). Kini para pelaku dan tersangka sudah diamankan di Mako Polres Bitung dan kasus ini terus berproses.

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved