Berita Minut

Tak Terima Hasil Seleksi Perangkat Desa, Sejumlah Warga Segel Kantor

Penyegelan terhadap fasilitas publik yakni kantor Desa kembali terjadi di Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulawesi Utara

Tak Terima Hasil Seleksi Perangkat Desa, Sejumlah Warga Segel Kantor
Tribun manado / Christian Wayongkere
Penyegelan Kantor Hukum Tua Desa Kema 1 

Tak Terima Hasil Seleksi Perangkat Desa, Sejumlah Warga Segel Kantor

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Penyegelan terhadap fasilitas publik yakni kantor Desa kembali terjadi di Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Peristiwa penyegelan berlangsung Senin (29/7/2019) malam oleh sekelompok warga, yang tidak menerima hasil penjaringan dan strukrisasi aparat Desa Kema 1 tahun 2019.

Selama satu malam penyegelan berlangsung, di bagian depan pintu masuk dimana warga ikut membentangkan karton putih berisi tulisan 'Kami menolak hasil penjaringan perangkat karena tidak sesuai dengan Perbup dan Tatib Tim Penjaringan' dari masyarakat Desa Kema I.

Dan tulisan 'kantor ini kami segel, selama tidak ada konfirmasi dan penjelasan secara transparan dari tim penjaringan dan Pj Hukum Tua tentang hasil penjaringan perangkat desa Kema I, dari masyarakat Desa Kema I.

Terpantau keesokan harinya Selasa (30/7/2019), segel dan tulisan-tulisan di karton sudah tidak ada di dua pintu kantor Desa Kema 1 Kecamatan Kema.

BERITA POPULER:

> Sebelum Gempur KKB Papua, Komandan TNI AD Bermimpi Aneh, Maknanya Kematian

> Kapolres Minsel Marah-Marah saat Pimpin Apel, Ini Penyebabnya

> Aniaya Anggota Polisi Saat Mengantar Jenazah, Pria Ini Tak Berkutik Ditangkap Tim Paniki di Kamarnya

Penyegelan kantor desa sebelumnya sempat terjadi di kantor Desa Tontalete Kecamatan Kema pada medio Januari 2019.

Menurut Yasu, warga desa dan juga aparat desa, pihaknya punya alasan mengapa melakukan penyegelan kantor Desa Kema 1 dan Balai Pertemuan Umum 'Mandiri' Desa Kema 1, karena tidak ada transparansi oleh panitia penjaringan aparat desa.

"Kami menduga proses penjaringan saat ini terkesan diutak-atik atau ada setingan, sehingga kami masyarakat dan aparat yang ada harga mati sangat keberatan dengan apa yang kami alami. Oleh sebab itu kami melakukan penyegelan sebagai langkah awal, bila ke depan tidak ada solusi terhadap masalah ini kami tidak segan melakukan hal lebih dari ini," tegas Yasu, Selasa (30/7/2019).

Halaman
12
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved