Perdamaian di Afghanistan

Indonesia Jadi Mediator Perdamaian di Afghanistan, Pengamat: Banyak Murid Taliban di Indonesia

Al Chaidar mengungkapkan, terdapat 71 orang Indonesia yang pernah menjadi murid Taliban, namun dia hanya diberi izin untuk mengungkap nama Abu Tholut.

Indonesia Jadi Mediator Perdamaian di Afghanistan, Pengamat: Banyak Murid Taliban di Indonesia
ISTIMEWA/VOA
Delegasi Taliban bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di rumah dinasnya di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (27/7/2019). (Foto courtesy) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Indonesia akan menjadi mediator perdamaian di Afghanistan.

Hal itu menunjukkan kepercayaan terhadap Indonesia oleh dua pihak yang bertikai sekaligus diyakini berhasil menjadi fasilitator dalam proses menuju perdamaian. 

Pengamat terorisme dari Universitas Malikussaleh, Aceh, Al Chaidar, menyambut positif sikap proaktif Indonesia untuk mendorong terciptanya perdamaian di Afghanistan

Melansir VOA, Senin (29/7/2019), Al Chaidar mengatakan sangat mungkin perdamaian dapat diwujudkan di Afghanistan, dan Indonesia akan berhasil menjadi fasilitator dalam proses menuju perdamaian tersebut.

"Karena Taliban itu sangat percaya pada Indonesia, karena banyak murid orang-orang Taliban itu ada di Indonesia, seperti Ustaz Abu Tholut. Abu Tholut itu adalah murid dari Sher Muhammad Abbas Stanikzai," kata Al Chaidar kepada VOA.

Sher Muhammad Abbas Stanikzai, politikus Afghanistan, kini menjabat Kepala Biro Politik Taliban.

Pada 1996, Stanikzai melawat ke Washington DC, bertindak sebagai menteri luar negeri Taliban, dan meminta pemerintahan Presiden Bill Clinton memperpanjang pengakuan diplomatik terhadap pemerintahan Afghanistan di bawah Taliban

Pada 12-15 Agustus tahun lalu, Stanikzai berkunjung ke Indonesia dan mengadakan pembicaraan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan utusan khusus Indonesia untuk Afghanistan, Hamid Aawaluddin. 

Mengenai milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) yang juga telah membangun basis di Afghanistan, Al Chaidar memastikan hal tersebut bukanlah ganjalan bagi terciptanya perdamaian di negara Asia Tengah itu.

Baca: Pecahan Taliban dan ISIS Sama-sama Klaim Serangan Bom Bunuh Diri Pasar Sayur

Baca: Perempuan Pemenang Kontes Menyanyi di Taliban Ingin Lawan Taliban dengan Musik

Dia mengatakan, mudah bagi Taliban menumpas ISIS. 

Halaman
1234
Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved