Selama Ini Pengedar Narkoba Menganggap Kampus Tempat Yang Aman dari Polisi

Imam menjelaskan Kementeriannya sudah berupaya dalam menekan peredaran narkoba di kalangan universitas.

Selama Ini Pengedar Narkoba Menganggap Kampus Tempat Yang Aman dari Polisi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi: narkoba 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kampus menjadi salah satu tempat yang dianggap “aman” oleh pengedar narkoba dari incaran dan jangkauan polisi.

“Jakarta terdapat 316 perguruan tinggi, banyaknya perguruan tinggi ini kami harapkan ada kerjasama dari pihak kepolisian dan dari pihak perguruan tinggi untuk sama-sama memberantas narkoba di lingkungan kampus,” kata Kabag Akademik dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi, Imam Yuwono, Imam, seperti dilansir Antara, Senin (29/7/2019).

Imam menjelaskan Kementeriannya sudah berupaya dalam menekan peredaran narkoba di kalangan universitas.

“Memberikan sosialisasi terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus, Terutama bagi mahasiswa baru yang baru masuk ke lingkungan kampus,” kata Imam.

Imam menambahkan, “Kementerian riset dan teknologi pendidikan tinggi telah membentuk (ARTIPENA) Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba yang bertugas untuk memberikan penyuluhan kepada mahasiswa baru.”

Pihak Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi telah bekerja sama dengan BNN dan kepolisian dalam menekan peredaran narkoba di lingkungan perguruan tinggi.

Selain itu, Imam mengatakan pihaknya telah memberikan kepercayaan penuh kepada pimpinan perguruan tinggi masing-masing dengan demikian pihak Kementerian hanya bisa mengawasi atau menyampaikan informasi kepada pimpinan perguruan tinggi.

Imam menambahkan mahasiswa yang tertangkap sebagai pengedar narkoba jenis ganja di salah satu universitas di kawasan Jakarta Timur hanyalah oknum mahasiswa.

“Kampus hanya kita berikan peringatan dalam arti bahwa pembinaan kepada mahasiswa harus lebih intens lagi sedangkan yang ditemukan kepolisian ini hanya oknum-oknum yg ada di dalam kampus,” kata Imam.

Imam menjelaskan pihak Kementerian tidak akan memberikan sanksi kepada perguruan tinggi yang kedapatan mahasiswanya melakukan penyalahgunaan narkoba.

“Untuk sanksi kepada perguruan tinggi tidak akan kita berikan, karena lembaga pendidikan ini kan telah menjalankan proses belajar mengajar yang sudah diatur sesuai undang-undang, cuman sanksi akan diberikan kepada tersangka,” kata Imam.

Sebelumnya, polisi telah menangkap lima orang pengedar ganja jaringan kampus. Dua diantaranya yaitu TW dan PHS merupakan mahasiswa aktif di salah satu kampus di Jakarta Timur.

Sedangkan tiga orang lainnya yaitu, HK, AT, dan FF merupakan mahasiswa drop-out. Dari penangkapan itu, ditemukan barang bukti berupa 12 kilogram ganja.  (*)

Editor: Charles_Komaling
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved