Kasus Korupsi

Terancam Hukuman Mati, Bupati Ini Masih Tetap Tersenyum, Mengelak Minta Duit Rp 250 Juta

Tamzil mengaku tidak pernah menerima uang dari Plt Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD).

Terancam Hukuman Mati, Bupati Ini Masih Tetap Tersenyum, Mengelak Minta Duit Rp 250 Juta
Kolase Tribun Manado/Istimewa/TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Bupati Kudus M Tamzil 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bupati Kudus Muhammad Tamzil mengelak telah melakukan jual-beli jabatan sebagaimana yang dituduhkan kepadanya.

Komisi Pemberantasan Korusi (KPK) telah menetapkan Tamzil sebagai tersangka kasus dugaan jual-beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Tamzil mengaku tidak pernah menerima uang dari Plt Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kudus Akhmad Sofyan.

"Saya mengikuti proses hukum yang ada, yang jelas, dana itu tidak ada di saya," kata Tamzil saat meninggalkan Gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan, Sabtu (27/7/2019).

Tamzil juga mengaku tidak pernah meminta uang sebesar Rp 250 juta kepada staf khususnya, Agus Soeranto, untuk melunasi cicilan mobilnya.

• Baca: Pedagang Minuman di Bibir Kawah Ini Turun Paling Terakhir Saat Gunung Tangkuban Parahu Meletus

Baca: KABAR TERBARU, Pelaku Kasus Polisi Tembak Polisi Brigadir Rangga Tianto Awalnya Sebagai Korban

Follow akun instagram Tribun Manado:

Ia pun merasa dirinya telah dijebak oleh Soeranto. "Itu staf khusus saya, saya enggak perintah. Ya mungkin begitu (saya dijebak), kira-kira begitu," ujar Tamzil.

Saat ditanya mengenai rekam jejaknya yang dua kali terjerat kasus korupsi, Tamzil menjawab santai.

Menurut dia, dia tidak merugikan negara dalam dua kasus tersebut.

"Yang pertama itu kan saya ini saya tidak ada kerugian negara, ini karena hanya salah prosedur. Yang ini (yang kedua) saya tidak pegang uangnya," kata Tamzil.

Halaman
1234
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved