Berita Minahasa

Pemkab Minahasa Bakal Agendakan Kerja Bakti Khusus Eceng Gondok Tiap Jumat

Pemerintah Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), telah mengagendakan kerja bakti yang melibatkan sedikitnya 200 orang.

Pemkab Minahasa Bakal Agendakan Kerja Bakti Khusus Eceng Gondok Tiap Jumat
Tribun Manado/Andreas Ruauw
Membersihkan Danau Tondano dari Eceng Gondok 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Pemerintah Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), telah mengagendakan kerja bakti yang melibatkan sedikitnya 200 orang.

Hal ini demi untuk membersihkan Danau Tondano tiap bulannya dari tanaman eceng gondok.

Hal itu disampaikan Asisten dua Pemkab Minahasa Wilford Siagian yang mengungkapkan prediksi penyelesaian kerja bakti yakni mencapai 100 minggu.

"Dalam rencana jangka panjang kami akan buat program rutin tiap jumat kerja bakti bersih-bersih danau."

"Kemarin kami sudah membahas soal permasalahan Danau Tondano dan ternyata membutuhkan waktu sekitar 100 minggu untuk kerja bakti," katanya, Senin (22/7/2019).

Ia menambahkan, "dari luas ecenggondok sekitar 315 hektare sedangkan kami hanya mengandalkan empat eskavator yang kita kerahkan hanya mampu menguras seluas sekitar 51.000 kubik per tahun."

Pemkab Minahasa akan menganut dua sistem pengerjaan dalam menekan kondisi Danau Tondano yakni sistem penyelamatan dan pemanfaatan.

"Untuk DAS Tondano ada 35 hektare kami akan buat garbage scrap sehingga sampah yang mengalir tidak akan ke danau, supaya tidak sampai pendakalan," imbuhnya.

Diketahui, dari luas Danau Tondano yang berkisar 4.278 hektare, ada 315 hektare atau sekitar 400.000 meter kubik luas eceng gondok yang ada.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Wenny Talumewo mengatakan pihaknya sudah melakukan tindakan eksekusi.

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup Minahasa juga telah berupaya mencari solusi agar nelayan yang ada di Tondano bisa beraktivitas kembali ke mulut danau tondano.

“Saat ini sudah ada alat berat di danau tondano untuk membuka areal mulut sungai tondano ke aliran sungai tondano serta akan membuat jalur khusus bagi nelayan untuk melintasi sungai tondano tanpa terganggu dengan gulma enceng gondok,” ungkapnya.

Talumewo menambahakan untuk jalur khusus perahu nelayan akan di batasi dengan bambu sekita 2,5 meter sambil alat berat membersihkan enceng gondok dari sungai tondano

“Siang ini di sungai dan danau tondano sebanyak 4 alat berat sementara melakukan pekerjaan pembersihan enceng gondok,” tuturnya.

Ia pun berharap dengan terbukanya akses bagi nelayan asal tondano agar bisa kembali beraktifitas mencari ikan ke danau tondano dengan membersihkan enceng gondok yang menutupi sungai tondano.

Baca: Sawit di Bolmong, Petani Hilang Pendapatan, Yasti: Izin Sawit Dari Pemerintah Sebelumnya

Baca: Menjadi Incaran Manchester United, Dua Pemain Ini Justru Selesai di Tangan Spurs

Baca: Ke Eropa, di Klub Apa Witan Sulaiman Kan Berlabuh?

Baca: Pesulap Bernama Pak Tarno Menikah Dengan Pramugari Cantik, Ini Kisahnya

Baca: Foto-foto Nunung Menangis, Ungkapkan Penyesalan dan Minta Maaf, Nyaris Pingsan dan Harus Ditopang

Baca: Ganti Rugi Rp 30 Miliar Tak Juga Dibayar, Fahri Hamzah Ajukan Sita Paksa

Baca: Pemkab Minahasa dan Anggota TNI - Polri Gelar Pembersihan Eceng Gondok di DAS Tondano

Baca: Inilah Lima Lokasi Pembersihan Eceng Gondok di DAS Tondano

Baca: Permasalahan Eceng Gondok Danau Tondano Viral di Medsos, Pemerintah Lakukan Hal Ini

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved