Kementerian KPRI

VIDEO: Bukan Hanya Kapal & Pencuri Ikan, Menteri Susi Minta Tenggelamkan Pembuang Sampah di Laut

”Illegal fishing kita tenggelamkan, pencuri ikan kita tenggelamkan. Pembuang sampah plastik ke lautan juga harus kita tenggelamkan!”.

VIDEO: Bukan Hanya Kapal & Pencuri Ikan, Menteri Susi Minta Tenggelamkan Pembuang Sampah di Laut
KOLASE TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW
Kapal yang ditenggelamkan di Perairan Minut, pada Senin (20/8/2018) dan Menteri Susi Saat Pantau Selat Lembeh pada Minggu (19/8/2018) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kondisi sampah di Indonesia saat ini sangat mencekam. 

Dari 60 juta ton sampah yang dihasilkan, 15 persennya merupakan sampah plastik.

Ironisnya, sampah plastik itu tak hanya membanjiri tempat pembuangan akhir, namun juga mengalir ke sungai dan berakhir di lautan Indonesia.

Saat ini, Indonesia pun didaulat sebagai negara kedua penyumbang sampah plastik terbanyak di dunia.

Dikutip dari Siaran Pers yang diterima Tribun Video, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berikan dukungan untuk melawan pemakaian plastik sekali pakai di Indonesia.

Hal tersebut terlihat saat Menteri Susi terlibat kampanye dan memimpin pawai monster plastik yang diselenggarakan oleh Pandu Laut Nusantara bersama 47 organisasi dan komunitas sipil lainnya di kawasan car free day (CFD), Minggu (21/7/2019).

Pawai tersebut diikuti oleh 1500 peserta dengan fokus aksi tolak plastik sekali pakai terbesar di Dinsonesia.

Banyaknya dan besarnya ancaman dari sampah plastik digambarkan melalui sosok monster, sebuah kekuatan besar yang siap menghancurkan bumi. Sosok monster plastik berupa makhluk laut dengan tinggi 4 meter yang terbuat dari 500 kg sampah muncul dari laut Jakarta dan bergerak menuju jantung ibukota di bundaran HI.

Menteri Susi - Tenggelamkan Kapal Vietnam
Menteri Susi - Tenggelamkan Kapal Vietnam (Kolase dari Dok. TNI AL via Kompas.com dan Hendra A Setyawan/Kompas.com)

Sebagai informasi, setiap harinya Jakarta menghasilkan 2.520 monster plastik seperti ini dari sampah yang dihasilkan oleh masyarakat.

Menteri Susi menjelaskan bahwa isu sampah plastik harus ditangani secara serius.

Halaman
123
Editor: Frandi Piring
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved