Lahan Sawit

Ini Kerugian Areal Lahan Ditanami Sawit dari Penjelasan Dosen Fakultas Pertanian

Tanaman yang sifatnya monokultur ini dalam banyak kasus sangat mengganggu ekosistem lingkungan hidup

Ini Kerugian Areal Lahan Ditanami Sawit dari Penjelasan Dosen Fakultas Pertanian
Tribun manado / Rian Sekeon
Dr Ir Maxi Lengkong MS 

Ini Kerugian Areal Lahan Ditanami Sawit dari Penjelasan Dosen Fakultas Pertanian

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perkebunan kelapa sawit yang masuk di Sulawesi Utara makin menghangat, mana kala Gubernur Olly Dondokambey mengungkapkan penolakan.

Saat ditemui salah satu pakar sekaligus Kepala Jurusan Hama dan Penyakit di Fakultas Pertanian (Unsrat) Dr Ir Maxi Lengkong MS menjelaskan, tanaman yang sifatnya monokultur ini dalam banyak kasus sangat mengganggu ekosistem lingkungan hidup.

Dari data yang ada terungkap, ekspansi perusahan-perusahan kelapa sawit dimulai tahun 2009 silam.

Kelapa sawit merupakan tumbuhan industri sebagai bahan baku penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar, tanaman ini dinilai hanya akan menguntungkan perusahan asing.

Populer:

> Kalah di Awal Indonesia Open 2019, Sebelum Pulkam Pebulu Tangkis Tercantik di Dunia Berburu Batik

> PDIP, Golkar, PKB dan Koalisi Jokowi Tolak Wacana Gerindra Gabung Pemerintah, Begini Sikap Prabowo

> 2 Kesalahan Fatal Ini yang Bikin Ahok Tolak Berhubungan dengan Veronica Tan

Tanaman kelapa sawit sendiri bukan merupakan tanaman asli yang berasal dari Indonesia.

Apabila sawit diproduksi tinggi akan banyak lahan sehingga hutan, areal perkebunan lama akan ditebangi dan dipangkas hanya menjadi lahan perkebunan kelapa sawit.

Akibatnya makhluk hidup yang tinggal di dalamnya pun menjadi terganggu dan kawasan resapan air menjadi berkurang.

Dirinya berharap pemerintah dapat meninjau kembali dan membatalkan izin apabila ada perusahaan perusahan asing yang akan membuka lahan untuk tanaman sawit.

Halaman
12
Penulis: Rian Sekeon
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved